Hati-Hati! Rekruter Bisa Tahu Kalau Kamu Pakai ChatGPT Buat Lamar Kerja

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 12 April 2025 | 19:25 WIB
Tunjukkan keterampilan Problem solving-mu dalam resume, CV, atau surat lamaran kerja. (Freepik)
Tunjukkan keterampilan Problem solving-mu dalam resume, CV, atau surat lamaran kerja. (Freepik)

PejuangKantoran.com - Menulis CV dan surat lamaran kerja jadi makin gampang dengan hadirnya AI seperti ChatGPT.

Cukup ketik beberapa perintah, dan dalam hitungan menit kamu udah punya dokumen lamaran yang rapi dan terdengar profesional.

Tapi… jangan senang dulu. Para rekruter ternyata bisa banget mengenali mana lamaran yang dibuat dengan bantuan AI dan mana yang ditulis dengan usaha sendiri.

“Rekruter yang berpengalaman bisa langsung tahu mana yang ditulis pakai AI, bahkan dari jarak satu mil,” kata Laurie Chamberlin dari LHH Recruitment Solutions.

Baca Juga: Gonjang-ganjing Kenaikan Gaji PNS 2025 16 Persen, Ini Kata BKN

Tanda-Tanda Lamaranmu Ditulis AI
Menurut beberapa rekruter, sekitar 25% lamaran yang mereka terima sekarang sudah terasa "robotik" dan generik banget. Misalnya:

Jawaban yang terlalu template, seperti:
“Company’s mission of ‘insert mission statement’ resonates with me and my experience in ‘insert current job.’”

Semua kandidat tiba-tiba punya ide sama, kayak use case tentang toko bunga saat melamar ke perusahaan teknologi otomasi.

Pemakaian kata-kata bombastis kayak “adept,” “cutting-edge,” atau “tech-savvy” yang jarang digunakan oleh fresh graduate dalam situasi nyata.

Daftar keahlian generik seperti “excellent communicator” atau “team player” yang nggak disertai contoh nyata.

Baca Juga: Kenali Lebih Dulu Jenis Burnout yang Kamu Alami Agar Tahu Cara Mengatasinya

Yang paling fatal? Ada pelamar yang bahkan lupa mengedit bagian default dari ChatGPT seperti “(add numbers here)” dan langsung menyalinnya ke CV. Ini bikin rekruter ilfeel karena menunjukkan kamu nggak teliti, dan pakai AI asal-asalan.

Bukan berarti kamu nggak boleh pakai ChatGPT ya! Banyak rekruter justru menyarankan pakai AI sebagai alat bantu awal — misalnya buat memecah deskripsi kerja, mencari ide tentang pengalaman apa yang bisa ditonjolkan, atau menyusun draf kasar.

Tapi, untuk hasil akhir? Harus kamu poles sendiri. Tambahkan cerita pribadi, pengalaman spesifik, dan pencapaian nyata yang memang sesuai dengan posisi yang dilamar. Karena kalau kamu asal tempel hasil AI dan kirim ke 100 perusahaan, kemungkinan besar nggak ada satu pun yang tertarik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X