Ini Alasan di Balik Pertanyaan 'Apa yang Memotivasi Kamu?' saat Wawancara Kerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 19 April 2025 | 19:15 WIB
Ilustrasi: Pertanyaan dari rekruter seperti "Apa yang memotivasi kamu?" akan lebih sulit dijawab oleh kandidat. (Freepik/Kate Mangostar)
Ilustrasi: Pertanyaan dari rekruter seperti "Apa yang memotivasi kamu?" akan lebih sulit dijawab oleh kandidat. (Freepik/Kate Mangostar)

PejuangKantoran.com - Salah satu cara mempersiapkan diri saat mencari pekerjaan adalah dengan memberi jawaban terbaik dari pertanyaan saat wawancara kerja yang sering ditanyakan oleh rekruter.

Kemungkinan besar rekruter akan mengajukan pertanyaan yang lebih mendalam, termasuk pertanyaan yang membuat rekruter tahu apa yang membedakan kamu dari kandidat lain. Pertanyaan “Apa yang memotivasi kamu?” merupakan salah satunya.

Ini cara ringkas untuk bertanya kepada kamu sebagai kandidat tentang apa yang kamu hargai, tujuan apa yang mendorong kamu, dan apa yang kamu anggap menginspirasi. 

Baca Juga: 8 Kunci Menjaga Hubungan Bisnis dengan Klien Tetap Erat dan Berkembang dalam Jangka Panjang

Bagian yang menantang dari pertanyaan ini adalah sifatnya yang terbuka. Pertanyaan saat wawancara kerja ini lebih sulit dijawab daripada pertanyaan tentang apakah kamu cocok dengan pekerjaan yang dilamar.

Mengapa rekruter bertanya tentang motivasi?

Jika rekruter menanyakan hal ini, mereka berharap untuk menentukan apa yang mendorong kamu, dan apakah dorongan khusus kamu cocok dengan budaya perusahaan atau tidak. 

Misalnya, jika perusahaan memiliki budaya bekerja keras, rekruter mungkin akan mencari jawaban yang menekankan pada kerja keras atau kepuasan yang kamu dapatkan dari bekerja dengan tim.

Namun, jika perusahaan mengedepankan work-life balance, rekruter mungkin akan mencari jawaban yang menyebutkan tujuan kamu untuk menemukannya. Mereka mungkin ingin lebih memahami tujuan karir dan passion kamu.

Pertanyaan tentang motivasi ini juga memungkinkan rekruter untuk mempelajari gaya kerja kamu.

Baca Juga: Impulse Buying, Perilaku Konsumtif Yang Bisa Bermanfaat Namun Juga Bisa Mudarat. Ini Penjelasannya!

Jika jawaban kamu menyebutkan tentang hubungan, mereka mungkin akan mengetahui apakah kamu termotivasi untuk bekerja sebagai bagian dari tim atau tidak.

Lalu, jika kamu menyebutkan senang menyelami sebuah proyek dan memecahkan masalah, mereka akan memahami bahwa kamu adalah pemikir strategis.

Singkatnya, sumber motivasi yang disebutkan dalam jawaban bisa membantu rekruter untuk mendapatkan informasi yang berharga tentang diri kamu sebagai karyawan potensial. 

Pertanyaan lain sejenisnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Career Contessa

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X