Nggak Semua yang Mendesak Itu Penting, Karyawan Perlu Menentukan Skala Prioritas dalam Bekerja!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 9 Mei 2025 | 22:02 WIB
Ilustrasi: Atasan harus bisa menentukan skala prioritas, agar karyawan tidak menganggap semua tugas harus dilakukan dalam waktu bersamaan. (Freepik/Way Home Studio)
Ilustrasi: Atasan harus bisa menentukan skala prioritas, agar karyawan tidak menganggap semua tugas harus dilakukan dalam waktu bersamaan. (Freepik/Way Home Studio)

Pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin tampak seperti menunda pekerjaan, tetapi pada kenyataannya justru mempercepat penyesuaian.

Lalu, ketika digunakan secara konsisten, cara tersebut akan membantu tim memutus siklus bekerja secara urgensi menjadi bekerja sesuai skala prioritas.

Baca Juga: Perbedaan Orang yang Suka Belajar atau Bersenang-senang Ternyata Berasal dari Kontrol Diri. Ini Penjelasannya!

Dampak karyawan yang bekerja dengan prioritas

Ketika prioritas saat melakukan pekerjaan meningkat, secara tidak langsung banyak hal yang juga akan ikut meningkat.

Misalnya, waktu rapat menjadi lebih pendek, hasil pekerjaan menjadi lebih jelas, karyawan nggak merasa tertinggal dalam mengerjakan pekerjaan, dan yang paling penting adalah kepercayaan di tempat kerja mulai tumbuh.

Ini karena karyawan yang memiliki skala prioritas mulai berani untuk berbicara, meminta klarifikasi, dan memfokuskan energinya di tempat yang penting.

Nggak ada lagi karyawan yang mengatakan “ya” untuk melakukan pekerjaan yang bukan tanggung jawabnya karena takut. Sekarang, karyawan bekerja karena memilihnya dari hati.

Baca Juga: Wedding Planner dan Wedding Organizer Itu Beda. Ini yang Harus Kamu Lakukan Saat Keduanya Bukan Dari Satu Perusahaan.

Michael Bungay Stanier, penulis The Coaching Habit, menekankan bahwa keingintahuan adalah langkah awal untuk melakukan prioritas.

Jadi, sebelum mulai melakukan sebuah pekerjaan, tanyakan pada diri sendiri “mengapa aku memilih melakukan ini?” yang membuat pekerjaan yang semakin bermakna.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X