5 Tips Menulis Referensi di CV, Poin Plus yang Bisa Bikin Kamu Lebih Mungkin Diterima Bekerja

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Rabu, 28 Mei 2025 | 10:08 WIB
Ilustrasi: Cantumkan referensi di CV apabila diminta dalam lowongan pekerjaannya. (FREEPIK/KATE MANGOSTAR)
Ilustrasi: Cantumkan referensi di CV apabila diminta dalam lowongan pekerjaannya. (FREEPIK/KATE MANGOSTAR)

PejuangKantoran.com - Saat menulis CV, referensi merupakan poin plus yang bisa membantu kamu untuk mendapatkan pekerjaan yang dilamar. Alasannya karena referensi di CV dapat memperkuat keterampilan yang kamu tulis dalam pengalaman kerjamu tersebut.

Faktanya, penelitian menunjukkan bahwa sekitar 95% pemberi kerja menggunakan referensi sebagai pertimbangan dalam proses perekrutan.

Lalu, bagaimana caranya mencantumkan referensi yang bisa memberikan dampak pada CV? Berikut tipsnya.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Bantuan Subsidi Upah Mulai 5 Juni 2025, Sasar Pekerja Berpenghasilan Rendah

1. Identifikasi orang yang cocok memberikannya

Secara umum, lebih baik jika referensi adalah orang-orang yang perBaca Juga: Jadi Playboy di Series Leo di Februari, Cinta Brian Teringat Pengalaman Pribadinya Saat SMAnah menjadi atasan atau mentor kamu. Namun, kamu juga bisa menjadikan rekan kerja di pekerjaan sebelumnya atau atau sekarang sebagai referensi. Jangan menjadikan teman atau keluarga sebagai referensi.

Jika kamu bekerja di bisnis keluarga, gunakan kenalan profesional yang tidak memiliki hubungan keluarga sebagai referensi karena lebih dianggap sebagai sumber informasi yang netral.

2. Kumpulkan detail yang relevan

Sebisa mungkin, tuliskan informasi yang terkini dan akurat dari orang yang memberikan referensi agar bisa dihubungi oleh manajer perekrutan.

Pastikan untuk menyertakan nama, jabatan, dan nama perusahaan. Jika orang tersebut sudah tidak lagi memegang jabatan yang sama, tuliskan “mantan” di depannya.

Baca Juga: Jadi Playboy di Series Leo di Februari, Cinta Brian Teringat Pengalaman Pribadinya Saat SMA

Lalu, masukkan juga informasi kontak seperti alamat email, nomor telepon, dan lokasi saat ini.

3. Minta izin orang yang dijadikan referensi

Penting untuk meminta izin lebih dulu kepada orang yang kamu jadikan referensi. Mintalah izin secara langsung, baik secara tatap muka atau melalui telepon atau email. Beritahu pekerjaan apa yang kamu lamar agar dia bisa memberikan feedback yang baik jika dihubungi perekrut.

Ini harus dilakukan agar jika suatu saat rekruter menghubunginya, orang tersebut tidak terkejut atau bahkan mengatakan hal yang negatif tentang diri kamu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Resume Builder

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X