PejuangKantoran.com - Ada profesi khusus dalam penggarapan sebuah produksi film (atau sejenis) yang semakin banyak dicari rumah produksi. Namanya intimacy coordinator.
Tugas dari intimacy coordinator atau populer disebut dengan IC ini adalah mengkoordinasikan kebutuhan adegan-adegan intim antara rumah produksi dengan para aktor.
Target pencapaian kerja dari seorang IC adalah memastikan ruang kerja pengadegan adegan-adegan intim menjadi nyaman.
Baca Juga: Undang-Undang dan Peraturan yang Menjadi Payung Hukum Bagi Karyawan Untuk Mengambil Cuti Ibadah Haji
Untuk menjadi IC dibutuhkan sertifikasi dari dua lembaga terpercaya, yaitu Intimacy Directors & Coordinators (IDC) dan the Intimacy Professionals Association (IPA).
Kedua sertifikat ini menjadi standar global yang mulai diaplikasikan juga di Indonesia. Namun, di Indonesia baru ada dua orang yang bekerja sebagai IC dengan memegang sertifikasi ini, yakni Putri Ayudia dan Runny Rudiyanti.
“IC biasanya dihadirkan dalam sebuah produksi jika cerita film di naskah memiliki tiga unsur, yakni ada seks yang disimulasikan, keintiman, dan adanya ketelanjangan (nudity).
"Satu setengah tahun terakhir ini saya bekerja sebagai intimacy coordinator dan berhasil mendapat sertifikasi IPA di akhir tahun 2023,” ujar Runny, yang bertindak sebagai IC produksi Gowok: Kamasutra Jawa.
Runny menjelaskan bahwa tugasnya adalah menjembatani antara produser dan sutradara dengan para pemain. Itu sebabnya keterlibatan dalam sebuah produksi dimulai sejak awal.
"Secara proses, kami dihadirkan dari pra produksi. Kami baca naskahnya secara full. Lalu, saya akan lihat dari naskah tersebut di mana saja ada ketiga unsur di atas.
Baca Juga: Nggak Perlu Takut saat Membuat Kesalahan. Kamu Bisa Belajar dari Kesalahan biar Nggak Terulang
"Kemudian, meeting dengan sutradara dan produser, menanyakan kira-kira kalau berdasarkan bahasa tulis, yang saya tangkap ada unsur intim seperti ini.
"Apakah secara syuting akan seperti begitu?” papar Runny, saat pemutaran perdana Gowok: Kamasutra Jawa di Plaza Indonesia XXI, Jakarta, Senin (26/05/2025).
Di tahap awal ini, Runny yang juga berperan sebagai Jenar di Gowok, melakukan klarifikasi apa saja yang menjadi kebutuhan sutradara. Selanjutnya, ia akan berdiskusi dengan para aktor satu per satu. Jika ada aktor di bawah umur, ia juga bertemu dengan pihak orang tuanya.
Dari diskusi tersebut, ia mencari tahu batasan-batasan aktor seperti apa. Yang dimaksud batasan itu termasuk batasan sentuhan fisik dan batasan secara on screen untuk nudity.
Artikel Terkait
Tidur Setelah Tengah Malam Tak Baik, Tapi Ada yang Bisa Kamu Lakukan agar Tetap Lebih Sehat
FIFA Buka Pendaftaran Program Sukarelawan FIFA Qatar 2025, Salah Satunya untuk Piala Dunia U-17
Human-Centered Artifical Intelligence, AI Yang Sedang Dikembangkan Yang Bakal Mendukung Manusia Atau Malah Menggantikannya?
Ketika Karyawan Merasa Tak Dihormati di Tempat Kerja, Apa yang Harus Dilakukan Oleh Pemimpin?
Lowongan Kerja di PT Djarum untuk Posisi Computer User Support, Bisa untuk Fresh Graduate
Belajar dari Job Fair Bekasi, Pramono Anung Sebut Pemprov DKI Atur Ulang Cara Umumkan Lowongan
Kasus Covid-19 Naik, Menkes: Varian Tidak Mematikan, Masyarakat Tak Perlu Panik