Pejuangkantoran.com - Bekerja setelah kamu bepergian ke luar negeri yang punya perbedaan waktu yang cukup besar dan dalam jangka waktu yang cukup lama, bisa menjadi sangat menantang.
Akar masalahnya adalah karena jet lag. Jet lag adalah kondisi fisiologis yang terjadi ketika jam biologis tubuh (ritme sirkadian) tidak sinkron dengan zona waktu baru akibat perjalanan udara jarak jauh melintasi beberapa zona waktu.
Tubuh manusia punya "jam internal" yang mengatur kapan kita tidur, bangun, makan, dan aktivitas biologis lainnya.
Saat kita berpindah zona waktu dengan cepat (misalnya naik pesawat dari Jakarta ke London), tubuh tidak langsung bisa menyesuaikan dengan waktu setempat. Inilah yang menyebabkan gejala jet lag.
Permasalahannya bukan hanya pada ritme tidur yang menjadi terganggu. Jet lag bisa membuat kamu tertidur di tengah rapat penting, sulit berkonsentrasi saat presentasi, atau merasa tidak sinkron dengan alur kerja saat ini.
Secara umum,orang yang mengalami jet lag akan menunjukkan ciri-ciri umum sebagai berikut:
- Kelelahan ekstrem di siang hari;
- Sulit tidur di malam hari;
- Gangguan konsentrasi;
- Perubahan suasana hati (mudah marah atau cemas);
- Gangguan pencernaan (seperti sembelit atau diare);
- Kebingungan waktu (bingung hari atau jam).
Baca Juga: Suka Jetlag Setelah Bepergian dengan Pesawat? Lakukan Ini Sebelum, Saat, dan Setelah Perjalanan
Dampak jet lag terhadap kinerja
Jika tidak dikelola dengan baik, jet lag dapat mengganggu produktivitas, kestabilan emosi, dan performa di lingkungan kerja. Berikut ini sejumlah “gangguan” yang terjadi yang disebabkan oleh jet lag yang tidak dikelola dengan baik:
- Konsentrasi terganggu: Tugas rutin terasa lebih berat karena otak belum sepenuhnya menyesuaikan ritme waktu baru, membuat fokus mudah terpecah dan pengambilan keputusan jadi kurang optimal.
- Suasana hati tidak stabil: Perubahan suasana hati seperti mudah marah atau kehilangan motivasi dapat menyebabkan kesalahan komunikasi dalam tim.
- Kelelahan berlebih: Tertidur saat bekerja bisa terlihat tidak profesional dan membuat rekan kerja maupun atasan meragukan kredibilitas pribadi.
- Penurunan kesehatan fisik: Jet lag bisa melemahkan sistem imun dan mengganggu sistem pencernaan, sehingga tubuh lebih mudah terserang penyakit setelah perjalanan jauh.
- Terganggunya kehidupan pribadi: Rasa lelah yang belum pulih sepulang bepergian sering kali membuat sulit untuk kembali menjalani aktivitas bersama keluarga.
Langkah mengurangi dampak jet lag
Beberapa cara yang bisa membantu tubuh kamu beradaptasi lebih cepat dan tetap fit saat bekerja adalah sebagai berikut:
- Jika bepergian ke arah timur, kamu butuh cahaya pagi dan hindari cahaya malam. Sebaliknya, jika pergi ke ke barat, dapatkan cahaya sore dan hindari cahaya pagi.
- Tidur siang singkat saat bepergian ke arah barat bisa bantu pulihkan energi, asal tidak terlalu lama atau sore.
- Hindari mengonsumsi kafein dan alkohol menjelang tidur yang dapat menyebabkan dehidrasi dan mengganggu kualitas tidur.
- Mulai mengubah jadwal tidur secara bertahap beberapa hari sebelum keberangkatan agar tubuh lebih siap untuk menyesuaikan diri.
- Manfaatkan aplikasi seperti Timeshifter untuk membantu mengatur waktu tidur, paparan cahaya, dan konsumsi kafein sesuai jadwal perjalanan.
Perusahaan juga punya peran
Artikel Terkait
Kelebihan dan Kekurangan Travelling ke Luar Negeri Tanpa Biro Jasa Perjalanan Wisata
Selain LPDP, Ini 5 Beasiswa Luar Negeri yang Juga Buka di Januari 2025
Cara Mendapatkan LoA bagi yang Ingin Mendaftar Beasiswa ke Luar Negeri, Wajib Dimiliki!
Pemburu Beasiswa Luar Negeri, Wajib Paham Berbagai Istilah Dunia Beasiswa Sebelum Mengajukan Aplikasi
Apa yang Harus Anda Bawa untuk Keamanan untuk Perjalanan Mobil Internasional?
Peluang Beasiswa Bagi Guru Agama dan Dosen Untuk Lanjut Studi di Dalam dan Luar Negeri!