Jawaban Masuk Akal saat Rekruter Bertanya Alasan Kamu Resign dari Pekerjaan Sebelumnya

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Senin, 23 Juni 2025 | 09:22 WIB
Ilustrasi: Apa contoh alasan resign yang baik, jika hal itu ditanyakan saat wawancara kerja? (Freepik/Kate Mangostar)
Ilustrasi: Apa contoh alasan resign yang baik, jika hal itu ditanyakan saat wawancara kerja? (Freepik/Kate Mangostar)

PejuangKantoran.com - Salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan rekruter saat wawancara kerja adalah, “Mengapa kamu mau mengundurkan diri dari pekerjaan saat ini?”

Sebaiknya kamu menyiapkan alasan resign yang baik jika kamu masih aktif bekerja, tetapi secara bersamaan juga aktif mencari pekerjaan baru. 

Meski terasa seperti jebakan, tetapi sebenarnya ini mungkin saja menunjukkan keingintahuan yang tulus dari rekruter untuk memahami alasan kamu ingin pindah kerja.

Baca Juga: Transaksi Naik Drastis, Merchant BRI Kebanjiran Hadiah dari Voucher Belanja sampai Mobil Listrik!

Jadi, jangan mempertanyakan motivasi pewawancara yang bisa membuat kamu menjadi defensif dan membuat jawaban jadi terdengar negatif.

Menurut Dina Talotta, seorang pelatih dan konsultan eksekutif, setiap pertanyaan yang diajukan rekruter adalah kesempatan untuk menampilkan diri sendiri. 

Cara menjawab yang tepat

Meskipun harus menjawab dengan kesan yang optimis, tetapi penting untuk tetap menyeimbangkannya dengan kejujuran.

Talotta menjelaskan, "Hindari penjelasan yang terlalu negatif atau mendetail, seperti mengkritik kepemimpinan atau masalah internal."

Pada dasarnya, lebih masuk akal jika alasan untuk pindah kerja difokuskan pada diri sendiri, bukan pada perusahaan.

Baca Juga: Pariwisata Berkualitas: Lebih dari Sekadar Angka, tetapi Juga Menawarkan Pengalaman Otentik

Terlepas dari kondisi pekerjaan saat ini, jawaban kamu harus menekankan aspirasi, tujuan, dan lintasan karir pribadi. Bukannya malah menunjukkan kesalahan perusahaan atau perasaan kamu tentang mereka.

Untuk itu, Talotta merekomendasikan untuk menggunakan bahasa yang berorientasi pada tindakan dan masa depan dengan pernyataan yang berfokus pada “saya” agar secara langsung membahas ambisi kamu.

Jawabannya dapat berkisar dari yang bersifat profesional hingga yang lebih pribadi, tergantung pada apa yang terasa tepat bagi kamu.

Untuk memberi alasan resign yang baik dan memberi kesan profesional saat wawancara kerja, Talotta menyarankan seperti ini:

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Welcome to the Jungle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X