Meski Tak Boleh Berbohong di CV, Tapi 2 Hal Ini Masih “Diperbolehkan” dan Dianggap Wajar. Apa Itu?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 1 Juli 2025 | 17:40 WIB
Meskipun berbohong saat wawancara itu tidak disarankan, namun membesar-besarkan soft skill kamu itu masih bisa diterima. (Google Gemini)
Meskipun berbohong saat wawancara itu tidak disarankan, namun membesar-besarkan soft skill kamu itu masih bisa diterima. (Google Gemini)

Pejuangkantoran.com - Pasar kerja saat ini terasa lebih ketat daripada sebelumnya. Banyak persyaratan kerja yang mengharuskan seseorang harus terlihat “sempurna”.

Itulah yang membuat banyak kandidat memutuskan untuk melakukan kebohongan kecil. Dalam sebuah survei terbaru, ada 70% pelamar mengaku berbohong dalam lamaran mereka.

Pertanyaannya, bolehkah melakukan ini?

Kebohongan yang masih “diperbolehkan”

Karena saat ini hampir semua orang “berbohong” dengan melebih-lebihkan kemampuannya, dapat membuat kamu merasa seolah-olah rugi karena bersikap jujur.

Terkadang, bersikap bisa melakukan apa saja memang membantu kamu mendapatkan kesempatan yang tidak bisa didapatkan jika kamu jujur.

Baca Juga: Contoh CV yang ATS-Friendly untuk Kamu yang akan Menempati Posisi Entry-Level dan Mid-Career

Berikut adalah dua hal yang tidak akan terlalu menimbulkan masalah jika kamu sedikit berbohong.

  1. Soft skill

Soft skill lebih sulit didefinisikan, bahkan lebih sulit untuk diuji. Tidak ada cara yang nyata untuk mengukur kemampuan kamu, terutama selama proses perekrutan.

Jika kamu menemukan lowongan yang membutuhkan kandidat dengan kriteria yang sangat spesifik, tidak ada salahnya untuk mengasah soft skill kamu agar sesuai dengan deskripsi pekerjaan tersebut.

Misalnya, kamu bisa menggambarkan diri sebagai orang yang suka bergaul untuk pekerjaan customer service, padahal sebenarnya kamu seorang introvert.

Bisa juga dengan melebih-lebihkan kemampuan kamu berbicara di depan umum, padahal sebenarnya kamu tidak sehebat itu.

Ini tetap bisa kamu lakukan selama kamu tahu akan mampu melakukannya saat waktunya tiba. Itu artinya, kamu harus mengasah soft skill yang kamu bilang ahli agar tidak sekadar omdo atau omong doang.

Namun, pada dasarnya berbohong untuk hal ini tidak akan membuat kamu mendapatkan masalah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Welcome to the Jungle

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X