Sindrom Penyintas di Kantor Akibat PHK, Apa Tandanya dan Bagaimana Cara Menghadapinya?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Minggu, 13 Juli 2025 | 09:15 WIB
Tak hanya yang terkena PHK, mereka yang tidak terkena PHK, ternyata juga mengalami dampak yang serius. (Google Gemini)
Tak hanya yang terkena PHK, mereka yang tidak terkena PHK, ternyata juga mengalami dampak yang serius. (Google Gemini)

Pejuangkantoran.com - PHK selalu membawa dampak besar, terutama bagi mereka yang kehilangan pekerjaan. Dampak kehilangan pekerjaan ini ternyata tak hanya terjadi pada mereka yang terkena PHK.

Namun, ternyata ada dampak lain bagi karyawan yang tidak terkena PHK. Dampak mental terhadap mereka ini, sering luput dari perhatian umum.

Saat rekan kerja pergi dan suasana kantor berubah, mereka bisa ikut terdampak secara emosional.

Meski tidak kehilangan pekerjaan, namun emosional mereka tetap terdampak. Perubahan suasana kerja yang menjadi sepi, tidak nyaman, bisa memengaruhi performa kerja.

Inilah yang disebut sindrom penyintas di tempat kerja, yang dapat memengaruhi semangat, kepercayaan, dan kesehatan mental.

Tanda sindrom penyintas yang perlu diperhatikan

  1. Semangat kerja menurun

Setelah PHK, suasana kerja bisa terasa lebih sepi.Tanpa kehadiran rekan yang biasanya memberi semangat, suasana kerja jadi berbeda.

Rasa kehilangan ini perlahan bisa menurunkan motivasi dan mempengaruhi kinerja.

Bahkan pekerjaan yang sebelumnya terasa ringan, bisa berubah menjadi beban yang membuat lelah secara emosional.

Baca Juga: Badai PHK Juga Membuat Karyawan yang Bertahan Lelah, Bingung, dan Tidak Diperhatikan

  1. Kepercayaan terhadap perusahaan menipis

Kurangnya keterbukaan saat proses PHK bisa menimbulkan rasa ragu terhadap arah perusahaan.

Ketika keputusan penting diambil tanpa komunikasi yang jelas, banyak yang mulai mempertanyakan apakah tempat kerja masih memprioritaskan kesejahteraan karyawannya.

Ketika rasa percaya mulai luntur, loyalitas pun ikut terpengaruh.

  1. Mulai bekerja secara setengah hati

Tekanan mental dan hilangnya kepercayaan sering membuat karyawan perlahan kehilangan keterlibatan dalam pekerjaannya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Indeed

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X