- Perhatikan istilah yang dipakai
Terkadang suatu keterampilan sudah dimiliki, tetapi disebut dengan istilah berbeda. Padahal, istilah lain dari kemampuan itu bisa jadi yang dicari oleh perusahaan.
Misalnya, menyelesaikan konflik bisa disebut mediasi, negosiasi, atau manajemen hubungan.
Dengan menyesuaikan penyebutan istilah, kamu bisa membuka peluang lebih luas, terutama untuk keterampilan lintas bidang.
- Masukkan soft skill lewat cerita
Soft skill sering terdengar biasa jika hanya ditulis begitu saja sehingga akan lebih kuat jika disampaikan melalui pencapaian yang konkret.
Lalu, gabungkan dengan hard skill dalam satu kalimat agar dampaknya lebih terasa.
Baca Juga: Bukan Cuma Keterampilan Diri, CV Kamu Juga Harus Rutin Di-Upgrade. Mengapa?
Misalnya kalimat “Keberhasilan menjaga tim tetap solid” bisa menunjukkan empati dan komunikasi yang terbuka. Dengan cara ini, soft skill jadi lebih kuat dan terlihat nyata.
- Jangan terlalu fokus ke sistem otomatis
Sistem ATS sebenarnya bukan faktor penentu utama.
Masih banyak pelamar yang terlalu fokus pada algoritma dan kata kunci, padahal CV tetap ditujukan untuk dibaca manusia.
Fokus utama sebaiknya tetap pada menyampaikan kemampuan secara jelas dan jujur. Sistem mungkin bisa membantu menyortir, tetapi keputusan akhir tetap di tangan perekrut.
Jadi, tulislah CV dengan memperhatikan pembaca manusianya. ***
Artikel Terkait
Contoh CV yang ATS-Friendly untuk Kamu yang akan Menempati Posisi Entry-Level dan Mid-Career
Promosi Jabatan Wajib Dicantumkan di CV untuk Membantu Kamu Lebih Menonjol dari Kandidat Lain
Jangan Suka Bohong di CV tentang Hal Ini, Bisa Membuat Kamu Susah Dapat Kerja di Masa Depan!
Trik Membuat CV tanpa Pengalaman Kerja agar Fresh Graduate Tetap Pede saat Melamar Pekerjaan
Buat Fresh Graduate, Begini Cara Membuat CV tanpa Pengalaman Kerja yang Tetap Standout!
Ikuti 6 Langkah Tepat Ini untuk Meng-Update CV Supaya Relevan dan Siap Dipakai Setiap Saat!