Jangan Suka Menunjukkan 'Ketawa Karir' saat Menyampaikan Hal Penting di Tempat Kerja

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 8 Agustus 2025 | 20:54 WIB
Ilustrasi: Saat menyampaikan hal penting di tempat kerja, sebaiknya jangan sambil menunjukkan ketawa karir. Apa itu? (PejuangKantoran.com/Made with Google AI)
Ilustrasi: Saat menyampaikan hal penting di tempat kerja, sebaiknya jangan sambil menunjukkan ketawa karir. Apa itu? (PejuangKantoran.com/Made with Google AI)

PejuangKantoran.com - Tertawa memang bisa membuat suasana jadi lebih nyaman.Namun, jika di lakukan terus-menerus, terutama saat mengutarakan pendapat atau menyampaikan penolakan, tawa dapat membuat kamu terkesan kurang sungguh-sungguh.

Dalam dunia kerja, hal ini bisa mempengaruhi cara orang lain menilai ketegasan dan kepercayaan diri seseorang.

Kebiasaan tersenyum paksa atau tertawa kecil saat berbicara ini sering disebut "ketawa karir”. Kebiasaan ini sering muncul tanpa disadari, terutama saat merasa tidak nyaman, canggung, atau khawatir membuat orang lain tersinggung. Tujuannya biasanya untuk membuat kalimat terdengar lebih halus.

Baca Juga: Mau Jadi Jutawan? Ini Rahasia Grant Cardone Bangun Kekayaan yang Bisa Kamu Ikuti!

Menurut pelatih pengembangan diri Ariel Niu, menggunakan tawa sebagai bentuk perlindungan bisa sangat menguras energi. Hal ini jadi penyebab mengapa orang merasa lelah setelah bersosialisasi.

Sebaliknya, bersikap jujur, tenang, dan penuh perhatian saat berbicara bisa membuat pesan lebih kuat dan tawa pun terasa lebih tulus.

Jadi cara menghindari ketegangan

Orang biasanya “ketawa karir” saat menghadapi situasi yang dianggap berisiko, misalnya ketika harus menyampaikan kritik atau menolak permintaan.

Kalau dilihat awal mulanya, dulu hal ini merupakan cara tubuh menghadapi tekanan, meski bentuknya bukan ancaman fisik.

Ada juga alasan sosial yang membuat orang menggunakan “ketawa karir”, yaitu untuk menghindari ketegangan.

Baca Juga: Perubahan Kecil Ini Bisa Membuat Wawancara Kerja Kamu Lebih Berkesan bagi Rekruter. Apa Itu?

Namun, jika terlalu sering dilakukan, bicara sambil ketawa justru bisa membuat maksud kamu jadi kabur. Contohnya, kalau kamu bilang “tidak” sambil tertawa, pasti dianggap tidak serius oleh lawan bicara.

Di dunia bisnis, pesan yang kurang jelas bisa menimbulkan salah paham. Saat ucapan kamu terdengar ragu karena diselingi tawa, kepercayaan terhadap pesan yang disampaikan bisa berkurang.

Lakukan persiapan untuk mengurangi intensitas tawa

“Ketawa karir” juga bisa menunjukkan kamu kurang percaya diri, terutama saat bicara di depan banyak orang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: stylist.co.uk

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X