Ariel Lopez, pelatih karir, menjelaskan bahwa tawa sering digunakan sebagai cara untuk menenangkan diri, memberi jeda berpikir, atau membangun kesan lebih ramah.
Namun, tawa yang berlebihan bisa membuat seseorang tampak tidak siap atau tidak menguasai masalah yang dibahas.
Untuk mengurangi kebiasaan ini, persiapan sebelum berbicara sangat membantu.
Merancang hal-hal yang ingin disampaikan dan membiasakan berbicara dengan tempo yang tenang dapat membantu komunikasi jadi lebih jelas.
Baca Juga: Bekerja dengan Atasan yang Lebih Muda? Ini 8 Tips yang Bisa Dilakukan agar Pekerjaan Tetap Lancar
Saat berbicara, mengambil jeda sejenak sebelum melanjutkan juga bukan masalah.
Kalau tawa masih sesekali muncul, tidak perlu merasa bersalah.
Banyak bentuk komunikasi nonverbal terjadi secara spontan, dan “ketawa karir” termasuk salah satu respons yang sulit dikendalikan sepenuhnya.
Oleh sebab itu, butuh perubahan dalam lingkungan kerja agar setiap orang bisa menyampaikan pendapat dengan nyaman tanpa harus menyembunyikan maksudnya di balik tawa.
Artikel Terkait
Keluar-Masuk Kolam 13 Jam saat Syuting 'Pamali Tumbal', Keisya Levronka: Gini Amat Nyari Duit?
Gemini Storybook, Buat Cerita Bergambar 10 Halaman Sekarang Hanya Bermodalkan Ide Cerita!
Sedang Berada dalam Fase Jenuh Bekerja? Lakukan 5 Langkah Ini untuk Menemukan Arah Karir Kamu yang Baru!
Firstsource Solutions Limited Buka Lowongan Kerja Indonesian Language Specialist
Rutinitas Jalan Kaki 6-6-6 Viral di Media Sosial, Apa Sih Manfaatnya untuk Kesehatan Tubuh?
Selalu Kelihatan Sibuk Kerja Nggak Berarti Produktif! Ini 3 Kesalahpahaman Lainnya tentang Produktivitas
Google Tambah Fitur AI Baru di Google Photos dan YouTube Shorts, Bisa Ubah Foto Jadi Video!