5 Tipe Bos yang Bisa Memicu Imposter Syndrome, Bagaimana Cara Terbaik Menghadapinya?

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 16:10 WIB
Bos yang toxic bisa memicu munculnya imposter syndorme pada anak buahnya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Bos yang toxic bisa memicu munculnya imposter syndorme pada anak buahnya. (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Kadang-kadang, budaya kerja di kantor menjadi tidak sehat karena “dibantu” oleh tipe atasan yang toksik.

Kalau tidak hati-hati, bekerja di bawah mereka bisa membuat kamu merasa tidak cukup baik alias terkena sindrom penipu atau imposter syndrome.

Berikut adalah beberapa tipe bos yang sering jadi pemicunya, plus tips menghadapi mereka.

  1. Bos yang pelit feedback

Atasan seperti ini sangat jarang memberi komentar soal pekerjaan kamu. Kalaupun ada, biasanya cuma kritik tanpa solusi jelas.

Lebih parah lagi, mereka berharap kamu langsung kerja sempurna tanpa bimbingan.

Cara menghadapinya:

  1. Jangan terlalu berharap validasi dari mereka.
  2. Cari mentor atau teman kerja, bisa dari tempat kerja yang sama atau dari luar, yang bisa memberikan masukan jujur.
  3. Belajar menilai sendiri prestasi kamu.
  4. Punya rencana karier tanpa bergantung pada arahan atasan.

Baca Juga: 5 Tipe Imposter Syndrome dan Dampak Sindrom Ini pada Penderitanya

  1. Bos yang selalu minta bukti

Memiliki atasan seperti ini, setiap hari rasanya seperti ujian. Target terus berubah dan kamu cuma dianggap “bagus” kalau proyek terakhir sukses.

Tidak jarang, mereka juga memanfaatkan karyawan lain untuk membuat kamu merasa insecure.

Cara menghadapinya:

  1. Tetapkan standar kerja untuk diri sendiri.
  2. Rayakan pencapaian kecil.
  3. Bangun jaringan pendukung di kantor.
  4. Jangan terpancing drama atau persaingan tidak sehat yang dibuat atasan.
  1. Bos yang tidak konsisten

Atasan ini bisa bersikap baik di hari ini, tetapi galak keesokan harinya. Mood mereka yang mengatur suasana seluruh tim. Ini membuat kamu jadi waswas tiap kali mau berinteraksi.

Cara menghadapinya:

  1. Stabilkan mental sebelum mulai kerja, misalnya dengan melakukan meditasi atau latihan pernapasan.
  2. Buat batasan, jangan selalu siap sedia tiap mereka minta.
  3. Cari dukungan dari rekan kerja agar tetap realistis dalam menilai situasi.
  4. Hindari terbawa arus emosi atasan.

Baca Juga: Mengenal Imposter Syndrome, Penyebab dan Tanda-tanda yang Perlu Kamu Waspadai

  1. Bos yang tidak percaya diri

Atasan seperti ini terlalu mengawasi detail pekerjaan, mencari-cari kesalahan, dan selalu khawatir kalau kamu kelihatan lebih baik dari dirinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Dynamic Transition

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X