- Manajemen proyek, untuk menjelaskan proyek apa, bagaimana cara mengelolanya, dan hasilnya.
- Penjualan dan pemasaran, untuk menunjukkan target yang tercapai.
- Layanan pelanggan, untuk menceritakan bagaimana kamu membantu klien dan dampaknya.
Namun, bukan berarti di luar itu tidak boleh menggunakan metode STAR. Bidang akademis, seperti mengajar, juga bisa pakai metode ini untuk menyoroti bagaimana metode belajar kamu bisa meningkatkan prestasi siswa.
Bisa dipakai untuk menulis soft skill?
Dari contoh di atas, kamu mungkin berpikir metode STAR hanya bisa untuk menulis pencapaian dari hard skill yang kamu miliki. Padahal, kamu juga bisa menuliskannya untuk soft skill.
Misalnya, kalau mau menunjukkan kemampuan komunikasi yang dimiliki, kamu bisa tulis seperti ini:
- Situation: Ada konflik antar tim.
- Task: Tugas kamu menengahi.
- Action: Kamu mengadakan diskusi bersama.
- Result: Konflik selesai dan produktivitas tim meningkat.
Dengan cara ini, soft skills jadi kelihatan nyata dan terukur.
Baca Juga: 3 Ciri Curriculum Vitae yang Tidak Disukai Rekruter, yang Bikin CV Kamu Nggak Bakal Lolos!
Apakah cocok untuk pemula?
Banyak yang berpikir metode STAR hanya untuk para profesional berpengalaman. Padahal, pemula juga bisa melakukannya!
Misalnya, kamu bisa menuliskan pengalaman magang, organisasi kampus, atau proyek akademik yang pernah dijalani.
Pastikan saja pola STAR kamu gunakan agar pengalaman kamu terlihat lebih berdampak. ***
Artikel Terkait
Agar Optimal Gunakan Teknik STAR Untuk Menjawab Pertanyaan-Pertanyaan Saat Wawancara Kerja
Bukan Hanya Pentingkan ATS, Ini Cara Lain Membuat CV yang Menarik Perhatian Rekruter
7 Contoh Penulisan "Tentang Saya" di CV untuk Berbagai Posisi, dari Fresh Graduate hingga yang Senior
3 Langkah Menulis Deskripsi “Tentang Saya” di CV yang Menarik, Hindari Kalimat yang Bertele-tele!
Pentingnya Sertifikasi dan Lisensi di Resume, Bikin CV Kamu Makin Keren dan Meyakinkan!
Jangan Asal Tulis, Ini Cara Menempatkan Sertifikasi di CV Kamu Supaya Lebih Menarik