Jangan Diam Saja, Ini Cara Elegan Keluar dari Obrolan di Kantor yang Bikin Kamu Tidak Nyaman

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 15:15 WIB
Ilustrasi: ngobrol (Freepik/Prostooleh)
Ilustrasi: ngobrol (Freepik/Prostooleh)

PejuangKantoran.com - Pernahkah kamu lagi asyik istirahat makan siang, tiba-tiba ada rekan kerja yang membuka topik “berat” seperti politik, agama, atau malah cerita pribadi yang terlalu detail?

Mungkin kamu bingung harus bereaksi bagaimana, ya. Namun, kamu tidak sendirian karena situasi seperti ini ternyata dialami banyak orang.

Dalam sebuah postingan Instagram yang sempat viral, pendidik dan podcaster Charisse Sims membagikan tips sederhana untuk menghadapi percakapan yang membuat kamu tidak nyaman.

Baca Juga: Tak Hanya di Jakarta, Ribuan Buruh di Surabaya dan Medan Juga Demo Tolak Sistem Outsourcing

Jangan takut speak up

Inti tips dari Sims adalah meski kamu tetap saja akan merasa tidak enak, pilihlah “rasa tidak enak” yang lebih cepat selesai.

Maksudnya begini.

Tidak enak menahan rasa canggung selama 20 menit mendengarkan obrolan yang membuat kepala pusing sebenarnya sama saja dengan tidak enak karena memberanikan diri berkata langsung kepada orang tersebut.

Namun, banyak orang—mungkin termasuk kamu—yang menghindari cara kedua karena takut dianggap kasar atau khawatir menyinggung perasaan rekan kerja.

Padahal, duduk diam sambil pura-pura mendengarkan juga bisa membuat kamu tambah stres dan mengganggu suasana hati sepanjang hari.

Sims memberikan contoh kalimat sederhana yang bisa digunakan:

“Saya kurang nyaman ngomongin topik ini, boleh nggak kita ngobrol soal hal lain?”

Awalnya, kamu mungkin terasa kaku mengucapkannya. Namun, jika dilatih untuk mengulanginya beberapa kali, kamu jadi terbiasa mengucapkannya saat diperlukan.

Kamu juga bisa menambahkan sentuhan positif agar transisinya lebih halus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Upworthy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X