Misalnya, kalau dulu kamu salah ambil keputusan, ceritakan bagaimana kamu memperbaikinya di proyek berikutnya.
Sikap seperti ini menunjukkan kalau kamu tidak hanya belajar, tetapi juga tumbuh dari pengalaman.
- Lihat karier kamu dari sudut pandang 360°
Coba tanya ke diri sendiri:
Apakah kamu merasa terlibat penuh selama periode ini?
Apa kamu puas dengan peran dan pengalaman yang ada sekarang?
Apa langkah berikutnya yang kamu ingin ambil?
Apakah kamu melihat masa depan tetap di kantor saat ini atau mungkin di tempat lain?
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas akan membantu kamu lebih jujur pada diri sendiri.
Baca Juga: Jangan Bingung saat Ditanya 'Pencapaian Terbesar Kamu' saat Wawancara Kerja, Ini Cara Menjawabnya!
- Tentukan tujuan kamu
Jangan datang tanpa arah. Tentukan sejak awal apa yang kamu inginkan.
Apakah promosi? Negosiasi gaji? Memperbaiki kesan dari penilaian sebelumnya? Atau sekadar dapat pengakuan atas kerja keras?
Tentukan dulu tujuannya agar arah obrolannya jelas.
Kalau semua ini kamu persiapkan, maka penilaian kinerja tidak lagi terasa seperti “sidang” yang membuat tegang. Melainkan akan menjadi percakapan terbuka tentang masa depan.
Ingat, ini bukan cuma tentang apa yang atasan nilai dari kamu, tetapi juga kesempatan untuk menegaskan apa yang kamu mau dalam karir.
Jadi, jangan biarkan orang lain sepenuhnya menentukan jalan kamu. Ambil kendali dan manfaatkan momen ini sebaik mungkin. ***
Artikel Terkait
Punya Performa Bagus di Kantor, Tapi Kenapa Kamu Tidak Juga Naik Jabatan?
Cara Menanggapi Hasil Penilaian Kinerja Karyawan yang Tidak Sesuai Harapan, Jangan Lupa Bukti-buktinya!
Penilaian Kerja Tak Hanya Membuat Cemas Karyawan, Tapi Juga Manajer. Ini Cara Mengatasinya!
8 Cara Menerima Penilaian Kinerja yang Kurang Memuaskan dengan Lebih Tenang dan Legowo
Manfaat dan Langkah-langkah Membuat Tulisan Analitis Kritis yang Baik untuk Evaluasi Pekerjaan
Penilaian 360 Derajat Kerap Dianggap Tidak Adil oleh Karyawan, Konon Bisa Jadi Ajang Balas Dendam. Benarkah?