Salemi bilang, selera budaya kerja bisa berubah seiring waktu.
Misalnya, waktu masih di usia 20-an, kamu mungkin lebih tertarik ke tempat kerja yang seru dan inovatif (adhocracy).
Namun, begitu sudah memikirkan cicilan rumah atau punya anak, bisa jadi kamu lebih nyaman di perusahaan yang teratur dan stabil (hierarki atau klan).
Lalu, bagaimana cara menentukan yang cocok buat kamu? Coba tanyakan ke diri sendiri:
- Kamu lebih suka kerja mandiri atau teamwork?
- Kamu nyaman kalau harus sering improvisasi atau lebih senang kalau jobdesck jelas dan tetap?
Dari situ, kamu bisa menilai, budaya kerja mana yang paling pas buat situasi hidup kamu sekarang.
Salemi juga memberikan saran sederhana, yaitu lakukan evaluasi diri setiap enam bulan atau setahun sekali.
Cek lagi apakah pekerjaan sekarang masih sesuai sama kebutuhan dan apakah budaya kerja kantor bikin kamu bisa berkembang atau malah membuat stuck.
Intinya, jangan cuma fokus ke gaji atau posisi. Pentingkan juga budaya kerja yang bisa menjadi faktor kamu betah kerja atau malah ingin cepat resign.
Artikel Terkait
Mengapa Kamu Ditanya Sudah Menikah atau Belum saat Wawancara Kerja? Ini 7 Pertanyaan yang Bikin Canggung!
Berhenti Sibuk Berusaha Terlihat Keren! Bukan Gaya yang Bikin Karir Naik, tapi Kredibilitas Kamu
Kunci Sukses Wawancara Kerja Business Development Representative: Ini Tips dan Contoh Jawabannya!
Ingin Kerja di Bidang IT? Kamu Wajib Paham Beda Java dan JavaScript, Ini Penjelasannya!
8 Fakta Dunia Kerja yang Perlu Kamu Ketahui Ini Jarang Dibicarakan Atasan, Termasuk soal PHK dan Promosi!
6 Penyebab Kamu Susah Move On setelah Liburan, Bagaimana Cara Mengatasinya?
Jujur saat Wawancara Kerja Harus, tapi 3 Jawaban Ini Justru Bisa Bikin Kamu Gagal. Kok Bisa?
Lakukan 3 Hal Penting Ini Agar Kamu Tetap Bisa Bertanya Kritis Tanpa Nyinyir
Tiga Cara Gampang Buat Tampil Percaya Diri Di Meeting Untuk Kamu Praktikkan!
Supaya Betah Kerja dan Tidak Mudah Resign, Pilih Budaya Kerja yang Sesuai Gaya Hidup Kamu