Cara Memperbarui CV sesuai Standar 2025 untuk Melamar Pekerjaan Baru setelah Terkena PHK

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Sabtu, 20 September 2025 | 10:12 WIB
Ilustrasi: Simak cara memperbarui CV jika kamu baru terkena PHK dan ingin segera melamar pekerjaan baru. (PejuangKantoran.com/Gemini AI)
Ilustrasi: Simak cara memperbarui CV jika kamu baru terkena PHK dan ingin segera melamar pekerjaan baru. (PejuangKantoran.com/Gemini AI)

PejuangKantoran.com - Banyak orang kehilangan pekerjaan setiap bulan. Ratusan sampai ribuan karyawan terkena PHK di berbagai perusahaan besar.

Situasi ini tentu saja membuat pasar kerja terasa semakin menantang dan penuh ketidakpastian.
Jika kamu baru saja terkena PHK atau sedang dalam posisi menanti kepastian akan masa depanmu di perusahaan, wajar kalau merasa panik.

Salah satu langkah penting yang bisa kamu lakukan setelah terkena PHK adalah memperbarui CV supaya siap melamar pekerjaan baru.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Tes Layanan Pajak Coretax Lewat Telepon, Dapat Dukungan Banyak Netizen!

Berikut adalah panduan singkat membuat CV yang lebih menarik dan sesuai standar 2025.
Dengan begitu, kamu bisa fokus mencari peluang kerja tanpa harus bingung harus mulai dari mana.

Pahami fungsi CV

CV bukan sekadar daftar pengalaman kerja, tetapi alat utama untuk mempromosikan diri.
Bayangkan CV seperti iklan yang memperkenalkan siapa kamu di dunia kerja. Jadi, isinya cukup poin penting saja, fokus pada hasil dan pencapaian yang relevan.

Sertakan angka atau data yang menyebutkan keterampilan teknis termasuk skill AI yang kamu punya, dan pakai kata kerja yang tegas supaya CV terasa hidup.

Jangan lupa buat CV yang ramah ATS (Applicant Tracking System), software yang dipakai perekrut untuk menyaring lamaran secara otomatis.

Kalau CV tidak dioptimalkan, bisa-bisa kamu terlewat meskipun kualifikasinya cocok.

Baca Juga: Orang yang Tetap Membaca Subtitle Meski Ngerti Bahasanya Ternyata Punya Sifat Unik Ini!

Bagian penting yang wajib ada

Format CV bisa berbeda tergantung industri, tetapi umumnya harus ada:
• Nama dan kontak, plus kota atau negara jika kerja remote
• Link LinkedIn dan portofolio
• Ringkasan profesional dengan kata kunci dari deskripsi pekerjaan
• Daftar keterampilan utama
• Riwayat pengalaman kerja (pakai kata kunci juga)
• Pendidikan
• Pelatihan atau sertifikasi yang relevan

Bagian referensi tidak perlu ditulis. Hobi juga opsional, hanya tulis kalau benar-benar relevan atau bisa bikin kamu menonjol.

Tidak perlu mencantumkan pekerjaan dari awal karir. Cukup 5-10 tahun terakhir atau pengalaman yang relevan. Ini membantu CV tetap padat dan lamaranmu ditolak karena usiamu dianggap terlalu tua.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Forbes

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X