Tujuan Gen Z Bekerja Itu Bukan Melulu Cari Jabatan Tinggi, tapi Gimana Hidup Seimbang di Dunia Kerja

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 25 September 2025 | 21:33 WIB
Ilustrasi: Gen Z enggak masalah jika tidak menduduki jabatan, asal mereka punya kebebasan menentukan pilihan hidup. (Freepik/Lifestyle Memory)
Ilustrasi: Gen Z enggak masalah jika tidak menduduki jabatan, asal mereka punya kebebasan menentukan pilihan hidup. (Freepik/Lifestyle Memory)

PejuangKantoran.com - Para pengamat masih saja suka membahas soal perilaku Gen Z. Untungnya, kali ini dari sisi yang positif. 

Generasi kita disebut punya cara unik dalam memandang pekerjaan. Menurut pengamat, cara kita bekerja bukan soal mengorbankan hidup demi jabatan atau gaji besar, melainkan soal keseimbangan dan makna.

Itu karena kita melihat sendiri bagaimana generasi sebelumnya sering kelelahan, kehilangan waktu dengan keluarga, bahkan kesehatan demi mengejar karir.

Baca Juga: Kamu Wajib Siap-Siap. Seleksi Karyawan dengan Metode Gamified Assessment Makin Banyak Dipakai

Dari pengalaman tersebut, kita lantas memutuskan untuk mengambil jalur karir berbeda yang lebih rasional, nggak cuma “radikal.”

Sebenarnya pendekatan ini nggak cuma berlaku untuk anak muda. Semua generasi bisa kok, belajar dari cara pandang kita.

Misalnya begini: 

1. Batasan = hidup lebih seimbang

Kita paham pentingnya batas antara kerja dan kehidupan pribadi (work life balance) Kita nggak ragu bilang “stop” kalau pekerjaan sudah mengganggu waktu istirahat atau kebahagiaan.

Soalnya, istirahat nggak berarti kita malas, tetapi itu cara menjaga energi agar bisa tetap produktif dalam jangka panjang.

Baca Juga: Menurut Survei, AI Mulai Pengaruhi Lowongan Kerja. Lulusan Baru yang Paling Terdampak!

2. Kerja tetap tapi side job jalan terus

Kalau dulu orang merasa aman bekerja puluhan tahun di satu perusahaan, kita punya pandangan lain. Sumber penghasilan itu bisa beragam.

Itulah sebabnya meski punya pekerjaan utama, tetapi kita juga punya side job atau bisnis kecil-kecilan. Dengan begitu, kalau ada perubahan industri atau muncul teknologi baru seperti AI, kita masih punya pegangan lain.

3. Pekerjaan harus sejalan dengan nilai hidup

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Upworthy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X