Menurut Survei, AI Mulai Pengaruhi Lowongan Kerja. Lulusan Baru yang Paling Terdampak!

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Kamis, 25 September 2025 | 14:10 WIB
Makin banyak dunia kerja yang memanfaatkn AI dan siap-siap menggantikan manusia. Bidang apa saja yang paling terdampak? (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Makin banyak dunia kerja yang memanfaatkn AI dan siap-siap menggantikan manusia. Bidang apa saja yang paling terdampak? (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com - Kehadiran kecerdasan buatan (AI) semakin terasa dalam dunia kerja.

Di wilayah New York-Northern New Jersey, sekitar 14% perusahaan jasa sudah mengurangi perekrutan atau berencana melakukannya dalam enam bulan ke depan karena penggunaan AI.

Namun, yang menarik adalah hanya sedikit perusahaan yang benar-benar melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurut survei terbaru Bank Federal Reserve New York yang melibatkan sekitar 300 eksekutif, penggunaan AI di kalangan perusahaan meningkat tajam.

Tahun lalu, hanya 25% perusahaan jasa yang menggunakan AI, tetapi tahun ini angkanya melonjak menjadi 40%. Bahkan 44% lainnya bilang mereka akan segera menggunakannya dalam waktu dekat.

Hal serupa terjadi di sektor manufaktur yang naik jadi 26% dari sebelumnya 16%, dengan sepertiga lainnya siap menyusul.

Baca Juga: AI Masuk Dunia Animasi, Ancaman atau Peluang Besar? Ini Strateginya Biar Selamat!

Pekerjaan apa yang paling terdampak?

Di sektor jasa, 12% perusahaan yang sudah memakai AI mengaku mengurangi perekrutan. Kalau dihitung dari keseluruhan perusahaan, itu sekitar 5%.

Selain itu, 23% perusahaan pengguna AI, atau 9% dari total perusahaan jasa, berencana menahan perekrutan dalam enam bulan ke depan.

Sementara di manufaktur, belum ada yang benar-benar mengurangi perekrutan, tetapi 10% mengaku ada rencana seperti itu.

Pekerjaan yang paling berisiko hilang biasanya yang membutuhkan gelar sarjana. AI banyak dipakai untuk hal-hal seperti pemasaran, analisis bisnis, pengelolaan data, layanan pelanggan, akuntansi, hingga pemrograman komputer.

Artinya, banyak posisi untuk lulusan baru bisa tergeser. Tak heran, laporan ini juga menyebut bahwa “pembatasan perekrutan” ini mungkin ikut berkontribusi pada kesulitan lulusan baru mencari kerja.

Bukan hanya mengurangi, juga menciptakan pekerjaan

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: USA Today

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X