Jangan Terlalu Keras sama Diri Sendiri, Jangan Sampai Kamu ‘Menderita’ Dismorfia Karier

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Jumat, 10 Oktober 2025 | 15:17 WIB
Kurang Minum Air Picu Stres? Studi Ungkap Kaitan Dehidrasi dan Lonjakan Hormon Stres
Kurang Minum Air Picu Stres? Studi Ungkap Kaitan Dehidrasi dan Lonjakan Hormon Stres

PejuangKantoran.com - Kadang kamu sudah berusaha keras, tetapi tetap merasa belum cukup sukses. Apalagi saat melihat orang lain lebih cepat naik jabatan, yang dapat membuat kamu merasa tertinggal.

Nah, bisa jadi kamu sedang mengalami dismorfia karier, yaitu kondisi saat seseorang menilai perjalanan kariernya secara tidak seimbang dan terlalu keras pada diri sendiri.

Kalau dibiarkan, hal ini bisa menyebabkan kamu kehilangan percaya diri dan kelelahan secara mental. Cek beberapa tanda di bawah ini untuk mengetahui apakah kamu termasuk orang dengan dismorfia karier atau bukan.

Baca Juga: Mengapa Pendaftaran SDUWHV Bisa Ditolak? Ini Penyebab Visa Ditolak dan Tips Supaya Lolos

  1. Terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain

Sering terpaku pada keberhasilan orang lain memang bisa membuat kamu lupa menghargai pencapaian diri sendiri. Jika melihat teman di media sosial membuat kamu merasa tertinggal, itu bisa menjadi tanda.

Padahal, setiap orang punya waktunya masing-masing dan proses kamu juga sama berharganya.

  1. Merasa selalu ketinggalan

Saat rekan kerja mendapat promosi, kamu merasa belum cukup berusaha meskipun sudah konsisten melakukan banyak hal.

Perasaan tertinggal ini muncul karena kamu terlalu fokus membandingkan hasil, bukan proses. Akhirnya, kamu bisa kehilangan motivasi dan lupa bahwa setiap langkah kecil juga berarti.

  1. Meremehkan pencapaian sendiri

Apakah kamu jarang memberi waktu untuk merayakan hasil kerja karena merasa pencapaian belum seberapa? Bahkan ketika berhasil menyelesaikan proyek besar, kamu menganggap itu hal biasa yang siapa pun bisa lakukan.

Ini juga bisa jadi tanda karena di balik setiap hasil itu ada kerja keras, waktu, dan usaha yang seharusnya kamu hargai.

  1. Terlalu sering meragukan diri

Sering menunda keputusan karena takut salah atau terus memperbaiki pekerjaan yang sebenarnya sudah cukup baik, menjadi tanda berikutnya.

Ketidakmampuan untuk menghargai pencapaian diri ini bisa membuat kamu merasa apa pun yang dilakukan selalu kurang. Kalau dibiarkan, kamu bisa terjebak dalam siklus perfeksionisme yang melelahkan secara mental.

Baca Juga: British Petroleum Indonesia Buka Lowongan Kerja Political Analyst buat Lulusan HI atau Ilmu Politik

  1. Menahan ide dan pendapat

Jika kamu sering memilih diam di rapat karena takut dikritik atau dianggap tidak tahu apa-apa, meski ide-ide yang kamu simpan bisa jadi berharga untuk tim, jangan diteruskan kebiasaan ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: stylist.co.uk

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X