PejuangKantoran.com - Di tengah era kerja modern yang makin menuntut, batas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi terasa makin kabur. Akibatnya, banyak karyawan mulai kewalahan.
Survei terbaru dari MetLife UK terhadap lebih dari 2.000 karyawan mengungkapkan fakta mengejutkan. Sebanyak 4 dari 10 pekerja, atau sekitar 40%, mengambil cuti sakit karena kelelahan kerja atau burnout.
Angka ini cukup tinggi dan menunjukkan bahwa masalah kesehatan mental di tempat kerja benar-benar serius.
Baca Juga: Tarik-Ulur Anggaran Makan Bergizi Gratis: Menkeu Purbaya Siap Potong Dana, Luhut Pasang Badan!
Sakit tidak selalu karena sakit fisik
Kalau biasanya kita mengira izin sakit hanya dipakai saat tubuh benar-benar sakit, kenyataannya tidak begitu. Dari hasil survei, 30% izin sakit ternyata bukan karena alasan medis murni.
Sebanyak 31% pekerja mengaku menggunakan izin sakit hanya untuk rehat sejenak, menjauh dari tekanan kerja. Sementara 23% lainnya menggunakan cuti sakit untuk alasan pribadi, seperti melewatkan janji yang sulit ditinggalkan.
Menariknya, ada juga yang mengambil cuti untuk merawat orang lain, misalnya 17% karyawan merawat anak dan 15% merawat anggota keluarga lain.
Ini menandakan satu hal penting bahwa banyak orang masih kesulitan menyeimbangkan tanggung jawab kerja dengan urusan pribadi maupun keluarga.
Baca Juga: Adobe Resmi Luncurkan Firefly Boards, Jadi Ruang Kreatif AI untuk Kolaborasi dan Ide
Tren cuti sakit masih tinggi pascapandemi
Meski pandemi sudah berakhir, kebiasaan cuti sakit ternyata tidak banyak berubah. Laporan ini menyebutkan bahwa angka cuti sakit justru berada di titik tertinggi dalam 10 tahun terakhir.
Ada temuan menarik juga bahwa karyawan yang bekerja dari rumah cenderung lebih jarang mengambil cuti sakit. Artinya, fleksibilitas kerja bisa membantu menekan stres dan meningkatkan kesejahteraan.
Kalau dilihat dari durasinya, 45% karyawan mengambil cuti hingga seminggu penuh. Ada juga yang lebih singkat, yaitu 31% cuti 2 – 3 hari dan 17% hanya kurang dari sehari. Variasi ini menunjukkan bahwa tingkat kelelahan setiap orang berbeda-beda.
Artikel Terkait
3 Mitos yang Salah Tentang Human Resources Division atau HR Division yang Wajib Kamu Luruskan Persepsinya
Tak Hanya Gaji, Benefit Kerja Juga Tidak Kalah Penting untuk Karyawan. Bisa Tentukan Kenyamanan Bekerja!
Meski Maksudnya Baik, Program Kesehatan Kantor Jarang Dirasakan Manfaatnya oleh Karyawan. Kok Bisa?
Panduan Bagi Kamu Sebagai Anak Baru Untuk Membaca Karakter Rekan Kerja di Kantor
Kecemasan dan Ketakutan Masuk Kerja Tiap Minggu Malam? Jangan-jangan Kamu Kena Sunday Scaries!
7 Green Flags atau Sinyal Positif dari Rekan Kerja yang Bisa Kamu Jadikan Partner yang Aman dan Produktif
Karyawan Juga Manusia, Penting Perusahaan untuk Memberi Ruang Beradaptasi di Tengah Perubahan
Jangan Panik Sendiri, Ini 7 Cara Biar Kamu Nggak Merasa Kewalahan Saat Tugas-tugas Menumpuk
7 Pertanyaan saat Wawancara untuk Menilai Calon Atasan, Ajukan Sebelum Kamu Menyesal Belakangan!
Kunci Sukses dan Cara Baru Mengembangkan Diri Bagi Karyawan di Era AI Adalah Dengan Belajar di Luar Kelas