Kamu Merasa Tidak Cocok dengan Cara Kerja Atasan? Begini Cara agar Tetap Waras dan Profesional

photo author
Elga Windasari, Pejuang Kantoran
- Selasa, 21 Oktober 2025 | 10:11 WIB
Ilustrasi: Apa yang bikin kamu merasa tidak cocok dengan atasan, apakah sosoknya atau gaya kepemimpinannya? (Freepik/Kate Mangostar)
Ilustrasi: Apa yang bikin kamu merasa tidak cocok dengan atasan, apakah sosoknya atau gaya kepemimpinannya? (Freepik/Kate Mangostar)

PejuangKantoran.com - Hubungan antara karyawan dan atasan itu bisa dibilang “kunci utama” kenyamanan kerja. Namun, bagaimana kalau kenyataannya kamu tidak cocok dengan atasan kamu sendiri?

Bangun tidur rasanya malas berangkat kerja, tiap meeting rasanya jadi emosi mendengar ucapan-ucapan atasan, atau selalu deg-degan tiap mendapat chat dari atasan.

Tenang, kamu tidak sendirian. Dua ahli berikut ini berbagi tips buat menghadapi situasi seperti ini dengan cara yang lebih sehat dan profesional.

Baca Juga: Maskapai Taiwan Minta Formulir Sakit ke Pramugari yang Telah Meninggal Karena Kelelahan Kerja, Publik Murka

Tidak suka dengan atasan atau perusahaan?

Saat kamu merasa tidak cocok dengan atasan, sebenarnya kamu tidak suka dengan atasan atau perusahaan secara keseluruhan?

Psikoterapis dan pelatih eksekutif Jonathan Alpert mengatakan, banyak orang sebenarnya tidak membenci sosoknya, tetapi tidak cocok dengan gaya kepemimpinan si bos. Misalnya begini:

• Atasan yang terlalu cuek atau hands-off sehingga kamu merasa tidak dipedulikan.
• Atasan yang terlalu micromanage, sampai urusan kecil pun diatur semua.
• Atasan yang komunikasinya kaku atau terkesan galak, padahal mungkin maksudnya baik.

Nah, kalau masalahnya cuma di gaya, mungkin kamu masih bisa beradaptasi tanpa harus benci orangnya. Coba tanya ke diri sendiri, apakah kamu masih suka pekerjaannya? Rekan-rekan kerjanya? Atau peluang kariernya?

Kadang, hal-hal itu masih lebih penting dibanding ketidakcocokan dengan atasan. Namun kalau kamu sudah yakin masalahnya memang di atasan, dan situasinya mulai mengganggu, ini langkah jangka pendek yang bisa dilakukan.

1. Fokus pada pekerjaan

Baca Juga: Pemerintah Obral Tiket Pesawat Murah Akhir Tahun, Diskon hingga 14 Persen Mulai 22 Oktober

Ingat, kamu kerja untuk digaji, bukan untuk drama. Jadi, tetap profesional. Kalau lagi kesal, jangan buru-buru meledak.

Kata Anita Grantham, pakar HR dari BambooHR, “Satu-satunya hal yang bisa kamu kendalikan adalah cara kamu merespons.”

Salurkan energi kamu ke hal yang produktif, yaitu dengan mengerjakan tugas sebaik mungkin, jaga reputasi, dan jangan biarkan emosi mengacaukan performa.

2. Catat semua kejadian yang mengganggu

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fox Business

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X