- Fokus pada prioritas dan visi jangka panjang
Pemimpin yang tahu kapan berhenti memahami bahwa waktu, tenaga, dan sumber daya itu terbatas. Dengan berhenti di waktu yang tepat, ia bisa:
- Mengalihkan fokus ke hal yang lebih penting;
- Menjaga moral tim;
- Menyelamatkan organisasi dari kelelahan atau kerugian yang lebih besar.
Baca Juga: Enggan Ikut Aturan Lama, Standar Baru Kepemimpinan Gen Z: Fleksibel, Transparan, dan Manusiawi
- Bagian dari strategic quitting
Ini sejalan dengan konsep dari Annie Duke (penulis buku Quit: The Power of Knowing When to Walk Away), yang menjelaskan bahwa:
“Quitters often win, because quitting the wrong path opens room for the right one.”
Frase ini mempunyai artinya, bahwa berhenti dengan sadar adalah strategi kemenangan, bukan tanda kegagalan.
***
Artikel Terkait
3 Tanda Seseorang Punya Keterampilan Leadership yang Baik, Cocok Jadi Pemimpin!
Jika Kamu Melihat 5 Tanda Ini, Itu Tanda Perusahaan Memiliki Kepemimpinan yang Sehat dan Layak Dipertimbangkan
Jangan Sampai Salah Dalam Menanggapi Perilaku Manipulatif dan Negosiatif. Berikut Perbedaan Keduanya!
Berhenti Sibuk Berusaha Terlihat Keren! Bukan Gaya yang Bikin Karir Naik, tapi Kredibilitas Kamu
6 Kualitas Kepemimpinan Modern yang Membuat Kamu Lebih Menonjol di Dunia Kerja
3 Keterampilan Sosial yang Bisa Membuat Kamu Menonjol di Tempat Kerja