Pejuangkantoran.com – Storytelling sudah terbukti mampu menjadikan komunikasi lebih efektif. Pesan yang dsiampaikan tak hanya hanya diterima audiens namun juga membawa dampak pada audiens.
Seperti yang sering kita lihat pada iklan-iklan buatan ruma produksi Thailand yang storytelling-nya begitu kuat. Kekuatan itu sampai mengena di hati yang melihatnya yang dengan suka rela kemudian membagikannya kepada orang lain.
Storytelling tak hanya bisa dipraktikkan di divisi marketing, sebagaimana yang sudah dialankan banyak produk. Storytelling juga bisa dilakukan di berbagai dvisi di perusahaan.
Ini karena pada intinya, storytelling adalah “how to deliver the message”, bagaimana supaya pesan (apapun pesannya sesuai dengan divisi masing-masing), tersampaikan secara efektif.
Misal, ketika ada peraturan baru dari divisi HR yang jika diberlakukan akan berdampak besar pada karyawan, juga perlu disampaikan dengan storytelling yang pas dan tepat.
komunikasiBaca Juga: 6 Cara Sistematis untuk Memahami Audiens Agar Komunikasi Kamu Menjadi Efektif
Nah, berikut ini contoh nyata bagaimana storytelling dipakai di berbagai divisi dan bagaimana cara memanfaatkannya menggunakan artificial intelligence (AI):
- Divisi Pemasaran (Marketing & Branding)
Tujuan: Membangun koneksi emosional dengan pelanggan, bukan sekadar menjual produk.
Contoh nyata: Kampanye “Share a Coke” dari Coca-Cola dengan mengganti logo dengan nama orang agar setiap botol “menceritakan” identitas pembelinya.
Cerita difokuskan pada: kebersamaan, kebahagiaan, dan personalisasi.
Rekomendasi AI:
- Gunakan ChatGPT atau Jasper.ai untuk menulis brand story, caption kampanye, atau narasi iklan.
- Pakai Midjourney / DALL·E / Canva Magic Studio untuk membuat visual storytelling (misalnya, serangkaian gambar yang menunjukkan perjalanan pelanggan).
- Analisis reaksi audiens dengan AI sentiment analysis dari media sosial.
Baca Juga: Perhatikan 5 Kesalahan Umum yang Sering Terjadi saat Prompting untuk Artificial Intelligence
- Divisi SDM (Human Resources / Employer Branding)
Tujuan: Menumbuhkan loyalitas dan rasa bangga karyawan, memperkuat budaya perusahaan.
Contoh nyata: Google menampilkan kisah karyawan di seluruh dunia yang berinovasi untuk masyarakat dalam kampanye “Life at Google”.
Artikel Terkait
Berikut Ini Contoh-Contoh Prompt atau Perintah pada Chat GPT untuk Keperluan Operasi Human Resources
Panduan Bagi Manajer Dalam Membuat Prompt Untuk Untuk Kolaborasi Tim Lintas Fungsi
Perhatikan 5 Kesalahan Umum yang Sering Terjadi saat Prompting untuk Artificial Intelligence
Komunikasi Interpersonal Itu Sangat Penting di Kantor. Berikut Ini 7 Manfaatnya!
7 Kendala Umum dan 5 Kendala Khusus Dalam Komunikasi Interpersonal yang Sering Dijumpai dan Solusinya
6 Poin Cara Melatih Keterampilan Imajinasi Kamu Agar mampu Membuat Prompting Yang Berkelas