Ketangguhan atau Resilience Menjadi Kunci di Era Serba Cepat Ini. Berikut 8 Implikasi Praktis yang Bisa Dilakukan!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Kamis, 13 November 2025 | 16:20 WIB
Salah satu implikasi praktis meningkatkan resilience di kantora adalah menumbuhkan micro-culture di tim kecil, seperti  (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Salah satu implikasi praktis meningkatkan resilience di kantora adalah menumbuhkan micro-culture di tim kecil, seperti (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)

Pejuangkantoran.com – Pada tahun 2024 Deloitte Insight melalui 2024 Global Human Capital Trends: “Thriving Beyond Boundaries: Human Performance in a Boundaryless World”. menyebutkan bahwa resilience (ketahanan/kemampuan bertahan/ketangguhan) merupakan salah satu keterampilan manusia paling berharga di era otomatisasi atau era artificial intelligence (AI) ini.

Konteksnya, transformasi kerja semakin cepat saat ini. Kemajuan teknologi seperti generative AI hingga neuroteknologi sudah mulai menjadi kenyataan hidup sehari-hari.

Hal ini menjadikan lingkungan kerja menjadi boundaryless. Pekerjaan tak lagi terbatas oleh lokasi atau struktur tradisional, banyak perubahan dalam budaya organisasi, model kerja, dan hubungan pekerja-organisasi.

Dengan kondisi seperti ini, fokus tak lagi sekadar soal produktivitas atau output semata, namun pada human performance. Ini adalah kombinasi antara hasil manusia (well-being, keterampilan, employability) dan hasil bisnis (efisiensi, inovasi, pertumbuhan).

Selain itu, human sustainability menjadi sebuah kunci. Suatu organisasi menciptakan nilai bagi orang-orang sebagai manusia (bukan sekadar pekerja). Dalam hal ini mencakup kesejahteraan, keterampilan, pekerjaan yang bermakna, keberagaman, inklusi.

Organisasi yang berhasil menghubungkan human sustainability dengan hasil bisnis cenderung lebih unggul dalam kedua aspek (manusia dan bisnis).

Baca Juga: Ketika Menghadapi Tekanan Pekerjaan di Lingkungan Kantor, Terapkan Emotional Resilience !

Mengapa resilience masuk menjadi kategori kemampuan manusia yang paling berharga saat ini?

Implikasi Praktis Sehari-hari

Deloitte menyebutkan bahwa dalam dunia kerja yang makin boundaryless karena kemajuan teknologi, makai bukan hanya keterampilan teknis yang jadi pembeda, melainkan kemampuan untuk beradaptasi, bertahan, dan berkembang dalam kondisi yang berubah.

Oleh karena itu perlu adanya implikasi praktis yang bisa diterapkan secara umum di lingkungan kerja/kantor, yaitu:

  1. Ukur kinerja secara holistik

Ubah mindset dari “output kerja” ke human performance. Ini adalah kolaborasi, pembelajaran, dan kesejahteraan.
Yang bisa dilakukan: adakan refleksi kinerja yang menilai hasil plus proses plus dampak pada tim.

  1. Bangun kepercayaan dan transparansi

Kepercayaan menjadi pondasi kolaborasi di era digital.
Yang bisa dilakukan: Jelaskan cara penggunaan data dan AI, serta  buka ruang umpan balik dua arah.

Baca Juga: 82% Pekerja Mengaku Mengalami Burnout, Ternyata Penyebabnya Karena Tekanan Bekerja dan Merawat Keluarga

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X