PejuangKantoran.com - Banyak orang bermimpi bisa lepas dari pekerjaan kantoran dan fokus untuk membuka usaha sendiri. Bayangkan saja, kamu jadi tidak perlu lagi terikat jam kerja, bisa jadi bos untuk diri sendiri, dan (mungkin) punya penghasilan lebih besar.
Namun, menurut Niraj Shah, pendiri dan CEO Wayfair, salah satu perusahaan e-commerce besar di dunia, langkah seperti itu tidak boleh diambil secara terburu-buru.
Dalam podcast How I Built This, Shah menjelaskan bahwa meninggalkan pekerjaan utama untuk fokus penuh waktu ke bisnis pribadi merupakan keputusan besar yang cukup berisiko.
Baca Juga: ASUS Tawarkan Posisi Office Management Staff untuk Kamu yang Lulusan Administrasi Bisnis
“Kalau kamu tidak mencoba, mungkin kamu akan menyesal. Namun, kalau melakukannya dengan ceroboh, penyesalannya bisa lebih besar,” katanya.
Shah menyarankan agar siapa pun yang ingin beralih ke wirausaha, harus menjadi “keputusan tanpa penyesalan”. Artinya, keputusan membuat kamu merasa tenang, bahkan kalau bisnis kamu gagal.
Untuk memastikan keputusanmu sudah benar, pertimbangkan dua hal ini sebelum meninggalkan pekerjaan untuk membuka usaha sendiri.
1. Apakah bisnis sudah cukup siap dijalankan penuh waktu?
Pertanyaan pertama ini berkaitan dengan kondisi bisnis saat ini. Coba jujur pada diri sendiri, apakah usaha sampingan sudah mulai stabil, sudah punya pelanggan tetap, atau pendapatan yang bisa diandalkan setiap bulan.
Menurut Shah, ini soal menilai tingkat keyakinan dan bukti nyata dari bisnis yang sedang dijalankan. Coba cek, apakah penjualan terus naik dan pelanggan mulai datang secara rutin tanpa kamu harus promosi besar-besaran?
Baca Juga: Tren Baru: Gen Z Memilih Pekerjaan Blue Collar sebagai Pengasuh atau Asisten Pribadi Miliarder
Kalau jawabannya “ya”, mungkin itu tanda bahwa bisnis sudah cukup matang untuk dijadikan sumber penghasilan utama. Namun, kalau pendapatan masih naik-turun atau usaha baru berjalan sebentar, mungkin sebaiknya jangan terburu-buru.
2. Apakah kamu sudah siap secara finansial?
Shah juga menekankan pentingnya kesiapan keuangan sebelum resign. Ini sejalan dengan nasihat dari miliarder Mark Cuban, yang bilang, “Simpan uang dulu. Jangan tinggalkan pekerjaan kalau belum benar-benar tahu apa yang sedang kamu lakukan.”
Kita sering dengar cerita sukses orang yang keluar dari pekerjaan lalu jadi pengusaha sukses. Namun, jarang ada yang menceritakan sisi lainnya, yaitu orang-orang yang gagal dan akhirnya harus kembali bekerja di tempat yang tidak mereka sukai.
Artikel Terkait
6 Negara Terbaik dengan Visa Pasangan untuk Mahasiswa Internasional di 2025
Lagi Naik Daun, Benarkah Roti Sourdough Lebih Sehat?
Ketentuan Kuota Jumlah Karyawan Wanita-Laki-Laki Tidak Salah, Namun Inklusi Tak Sekadar Itu. Berikut Penjelasannya!
Waspada, Pelecehan di Tempat Kerja Bisa Dilakukan oleh Pihak Luar. Apa Tanggung Jawab Perusahaan?
Makin Banyak Perempuan di Level Chief, tapi Mengapa Banyak Juga yang Terhambat di Level Menengah?
Journalist Development Program Batch 25 Resmi Dibuka: Kesempatan Emas Jadi Jurnalis Profesional di Metro TV
Memahami Cuti di Luar Tanggungan, Ada Perbedaan Antara PNS dengan Karyawan Swasta