Gunakan aturan “relevansi profesional”, yaitu bagikan hal pribadi yang memperkuat hubungan tapi tetap sesuai konteks kerja. Tipsnya adalah:
- Kenali yang kamu ajak bicara, misal rekan kerja. Kamu mungkin bisa lebih terbuka ke rekan kerja yang dekat di kantor dibanding ke seluruh divisi.
- Pastikan relevan. Kalau ceritanya tidak ada konteks dengan obrolan, tahan dulu.
- Jaga profesionalitas, kantor bukan tempat terapi.
- Baca reaksi orang. Kalau mereka terlihat kikuk atau tidak menanggapi, mungkin saatnya berhenti.
Jika kamu saat ini sudah jadi pemimpin atau atasan, berikut beberapa topik yang bisa membuat kamu terbuka, tanpa kehilangan wibawa.
- Cerita soal hobi;
- Pengalaman kerja yang membantu kamu tumbuh;
- Mengakui kamu juga bisa salah dan belajar dari kesalahan.
Baca Juga: Terkadang Feedback Hanya Berisi Ungkapan Perasaan Pribadi dari Atasan. Bisakah Menolaknya?
Jadi, tujuannya bukan curhat, melainkan menunjukkan bahwa kamu juga manusia dan aman untuk diajak bicara.
Kesimpulannya, pengungkapan diri di tempat kerja itu penting, asal dilakukan dengan bijak. Dengan bercerita sedikit tentang hal-hal pribadi bisa membuat kantor terasa lebih hangat dan manusiawi, bukan sekadar tempat kerja. ***
Artikel Terkait
8 Tanda Teman Kantor di Tempat Kerja Cemburu Sama Kamu. Bagaimana Cara Menghadapinya?
Panduan Bagi Kamu Sebagai Anak Baru Untuk Membaca Karakter Rekan Kerja di Kantor
Jika Punya Rekan Kerja yang Energinya Selalu Negatif, Coba Atasi dengan 5 Cara Ini!
Ketika Menghadapi Tekanan Pekerjaan di Lingkungan Kantor, Terapkan Emotional Resilience !
Hati-Hati, Ini 9 Tanda Rekan Kerja Diam-diam Ingin Merusak Reputasi Kamu di Tempat Kerja!
Lampu Merah Ketika Karyawan Kantor Didominasi Cenderung Takut Salah dan Saling Menyalahkan!