PejuangKantoran.com - Akhir-akhir ini sepertinya istilah bare minimum makin sering terdengar dari postingan atau komentar di media sosial. Biasanya karena lagi ngomongin tindakan positif seorang public figure atau institusi atas suatu peristiwa.
Namun, tindakan itu dinilai sudah sewajarnya.
"Ah, kayak gitu sih bukan prestasi namanya! Itu bare minimum!" tukas warganet dengan sengit.
Baca Juga: Penyedia Solusi End-to-End di Bidang ICT, Lintasarta, Buka Lowongan Kerja Mobile Digital Forensic
Definisi bare minimum di tempat kerja bisa menjadi dua. Pertama, tipikal orang yang datang kerja, mengerjakan tugas sesuai job desc persis seperti yang tertulis di perjanjian kerja sama, lalu langsung cabut tanpa memikirkan apa-apa lagi.
Bukannya kamu pemalas, tapi memang hanya ingin memberikan energi sesuai yang diminta. Banyak yang bilang, “Ngapain sih kerja mati-matian? Kan yang untung perusahaan?”
Sebenarnya, pola pikir seperti ini muncul karena banyak orang merasa bekerja itu merupakan kewajiban, bukan sesuatu yang mereka nikmati. Mereka hadir, absen, mengerjakan tugas secukupnya, dan pulang.
Mereka melakukan hal itu karena merasa sudah kehilangan semangat untuk terlibat penuh dengan perusahaan. Yang bikin repot adalah ketika mereka ketemu rekan kerja yang rajin banget.
Bukannya ikut termotivasi, para bare minimum worker ini malah kesal karena ketahuan kalau bekerja ala kadarnya.
Dari sinilah muncul tren yang diviralkan oleh Marisa Jo di TikTok dua tahun lalu: Bare Minimum Mondays.
Jadi, orang menjalani hari Senin dengan sengaja bekerja pelan-pelan, hanya melakukan tugas paling penting, santai-santai dulu, biar nggak stres. Dari sisi pekerja mungkin terasa melegakan, tapi dari sisi perusahaan jelas bisa bikin produktivitas goyah.
Masalahnya, kalau kita terus-terusan hidup di ritme bare minimum, sebenarnya kita sendiri yang rugi. Kita tidak akan punya tantangan, tidak punya skill baru, dan akhirnya karier mandek di situ-situ aja.
Tanggung jawab yang mendasar
Definisi bare minimum yang kedua adalah, hal mendasar yang sudah jadi tanggung jawab kita sebagai karyawan. Misalnya, melakukan suatu tugas dengan tuntas, check and recheck laporan yang kita buat, atau segera merespons komplain dari pelanggan.
Artikel Terkait
Pemerintah Telusuri Penyebab Banjir Bandang Sumatera, Menhut Sebut 20 Perusahaan Terancam Dicabut Izinnya
Jadilah Host Live-streaming yang Punya Keterampilan Ini Agar Audiens Mau Check Out!
AirAsia Resmi Izinkan Awak Kabin Berhijab: Langkah Baru untuk Keberagaman dan Kenyamanan Karyawan
20 Poin Check List Bagi Pemilik Mobil Listrik Agar Tak Rugi Rp200 Juta Seperti Kejadian di Florida
Agar Live-Streaming Kamu Tetap Hidup dan Rame, Latih 7 Keterampilan Berikut Ini!
Peringatan Buat Para Manajer Ketika Tim Mulai Pasif, Itu Tanda Ada Silent Rebellion. Simak 10 Hal Pemicunya!
Waspadai Budaya Hot Take atau Asal Komentar di Kantor. Berikut 10 Contoh yang Bisa Kamu Kenali!