Makna 'Bare Minimum' di Tempat Kerja: Karyawan dan Perusahaan Harus Sama-sama Punya Andil

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 8 Desember 2025 | 22:21 WIB
Ilustrasi: Bare minimum worker inginnya bekerja ala kadarnya, menghindari lembur, dan melakukan secukupnya saja. (Freepik/Look Studio)
Ilustrasi: Bare minimum worker inginnya bekerja ala kadarnya, menghindari lembur, dan melakukan secukupnya saja. (Freepik/Look Studio)

PejuangKantoran.com - Akhir-akhir ini sepertinya istilah bare minimum makin sering terdengar dari postingan atau komentar di media sosial. Biasanya karena lagi ngomongin tindakan positif seorang public figure atau institusi atas suatu peristiwa.

Namun, tindakan itu dinilai sudah sewajarnya.

"Ah, kayak gitu sih bukan prestasi namanya! Itu bare minimum!" tukas warganet dengan sengit.

Baca Juga: Penyedia Solusi End-to-End di Bidang ICT, Lintasarta, Buka Lowongan Kerja Mobile Digital Forensic

Definisi bare minimum di tempat kerja bisa menjadi dua. Pertama, tipikal orang yang datang kerja, mengerjakan tugas sesuai job desc persis seperti yang tertulis di perjanjian kerja sama, lalu langsung cabut tanpa memikirkan apa-apa lagi.

Bukannya kamu pemalas, tapi memang hanya ingin memberikan energi sesuai yang diminta. Banyak yang bilang, “Ngapain sih kerja mati-matian? Kan yang untung perusahaan?”

Sebenarnya, pola pikir seperti ini muncul karena banyak orang merasa bekerja itu merupakan kewajiban, bukan sesuatu yang mereka nikmati. Mereka hadir, absen, mengerjakan tugas secukupnya, dan pulang.

Mereka melakukan hal itu karena merasa sudah kehilangan semangat untuk terlibat penuh dengan perusahaan. Yang bikin repot adalah ketika mereka ketemu rekan kerja yang rajin banget.

Bukannya ikut termotivasi, para bare minimum worker ini malah kesal karena ketahuan kalau bekerja ala kadarnya. 

Dari sinilah muncul tren yang diviralkan oleh Marisa Jo di TikTok dua tahun lalu: Bare Minimum Mondays. 

Baca Juga: Setelah Dikecam, Oxford Akhirnya Mengakui Peran Peneliti Indonesia dalam Penemuan Rafflesia Hasseltii

Jadi, orang menjalani hari Senin dengan sengaja bekerja pelan-pelan, hanya melakukan tugas paling penting, santai-santai dulu, biar nggak stres. Dari sisi pekerja mungkin terasa melegakan, tapi dari sisi perusahaan jelas bisa bikin produktivitas goyah.

Masalahnya, kalau kita terus-terusan hidup di ritme bare minimum, sebenarnya kita sendiri yang rugi. Kita tidak akan punya tantangan, tidak punya skill baru, dan akhirnya karier mandek di situ-situ aja.

Tanggung jawab yang mendasar

Definisi bare minimum yang kedua adalah, hal mendasar yang sudah jadi tanggung jawab kita sebagai karyawan. Misalnya, melakukan suatu tugas dengan tuntas, check and recheck laporan yang kita buat, atau segera merespons komplain dari pelanggan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Fortune, LinkedIn, Dstny.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X