PejuangKantoran.com - Ada suatu fenomena yang jamak terjadi tetapi luput dari perhatian banyak orang. Ketika kamu naik jabatan, ternyata atasan semakin jarang memberikan feedback.
Waktu masih jadi staf baru, mungkin hampir setiap hari ada saja bimbingan atau evaluasi tentang hasil kerja kita. Tapi begitu naik level, tiba-tiba atasan jadi nggak terlalu memperhatikan kita.
Menurut riset dari Amy Edmondson, fenomena ini ada benarnya. Semakin tinggi posisi seseorang di perusahaan, semakin sedikit kamu menerima masukan dari pemimpin.
Baca Juga: Mulai April 2026, Pembayaran melalui QRIS Sudah Bisa Dipakai di Korea. Lebih Aman dan Praktis!
Padahal, banyak dari kita yang selama ini mengandalkan apresiasi dari atasan sebagai bahan bakar motivasi. Begitu tidak ada umpan balik, kita jadi kehilangan arah untuk berkembang.
Masalahnya bukan cuma di atasan. Semakin naik jabatan kamu, keterbukaan di sekitar kamu justru menurun. Anak buah jadi sungkan untuk mengkritik, karena kamu dianggap sudah paling tahu. Atau, mereka takut kena dampaknya jika berbeda pendapat.
Jadi, bagaimana agar tetap bisa berkembang ketika atasan tidak memberikan feedback sehingga tidak ada lagi yang memberi tahu kekurangan kita? Berikut beberapa strategi yang bisa kamu coba.
Ubah masukan menjadi saran
Kadang orang ragu memberikan feedback, padahal hampir semua orang senang dimintai nasihat atau saran. Coba ganti kalimat kamu. Daripada bertanya, "Ada masukan nggak?", lebih baik katakan, "Aku butuh saran, apa yang bisa aku coba lain kali biar agenda rapat lebih jelas buat tim?".
Riset menunjukkan bahwa meminta "saran" membuat orang lebih fokus pada hal-hal nyata di masa depan, bukan sekadar mengungkit kesalahan di masa lalu.
Baca Juga: Garap Film 'Ikatan Darah, Sidharta Tata Banyak Belajar Sistem Kerja Hollywood pada Iko Uwais
Bangun rasa aman di tim
Kamu perlu menciptakan suasana di mana tim merasa aman untuk bicara dengan jujur. Caranya? Tunjukkan sisi manusiawi kamu. Kamu bisa memulai dengan mengakui kekurangan sendiri di depan mereka.
Misalnya, bilang aja, "Saya rasa tadi saya bicara terlalu bertele-tele di akhir rapat. Di bagian mana ya saya bisa persingkat supaya lebih jelas?".
Dengan mengakui kesalahan kecil, kamu memberi sinyal bahwa melakukan evaluasi itu aman dan sangat dihargai. Jangan lupa untuk berterima kasih saat ada yang berani jujur sama kamu.
Artikel Terkait
Lowongan Kerja di Universitas Pertamina, Lowongan Staf Kesekretariatan Pendidikan Dibuka
Peluang Karier Regional: AHA Centre Buka Lowongan Kerja Jadi Project Officer di ASEAN
Kesempatan Berkarier di Luar Negeri, KBRI Bucharest Buka Lowongan Kerja Sebagai Sekretaris Duta Besar
Tetap Aman Makan Opor Saat Lebaran, Ini 10 Makanan Penurun Kolesterol
Kreativitas Ternyata Bukan Cuma Milik Anak Muda, Begini Memaksimalkan Potensi sesuai Tahap Usia
4 dari 5 Pekerjaan Baru di Singapura Ternyata Diisi oleh Pekerja Asing. Minat Bekerja di Sini?
Veda Ega Pratama Berhasil Naik Podium di Moto3, Brasil. Berikut Fase-fase Race-nya!