Masalah utama ketika kita berada di tempat umum adalah, hilangnya kendali atas citra diri kita sendiri. Kita harus siap-siap terekam kamera dan menanggung sendiri akibatnya, entah itu akibat baik atau buruknya.
Tanggung jawab terbesar akhirnya jatuh ke tangan kita sebagai perekam. Teknologi smart glasses memang memungkinkan kita untuk memotret diam-diam secara praktis dan hands-free.
Tapi sekali lagi, apakah kemudahan yang kita dapatkan itu harus mengorbankan kenyamanan orang lain?
Baca Juga: Rela Kerja sampai Weekend Itu Bukan Tanda Ambisius, Ingat Juga Dampaknya buat Fisik dan Mental!
Jika kita terus menormalisasi perekaman diam-diam, kita sedang membangun persepsi di mana setiap orang nggak berhak punya privasi atau keleluasaan pribadi. Selain itu, tidak ada ruang yang benar-benar aman untuk bersikap apa adanya.
Panduan etika yang paling simpel mungkin adalah: kalau kamu nggak mau direkam diam-diam saat sedang bekerja atau makan, jangan lakukan itu pada orang lain.
Yang paling gampang sih, kalau kamu memang mau membuat footage atau merekam di tempat umum, minta izin saja sama orang yang mau kamu rekam. That's simple.
Artikel Terkait
Sori Bangeeet... Gen Z Nggak Percaya Sama Kemampuan Karyawan Senior di Tempat Kerja
Isetan, Department Store Jepang di Singapura, Tutup Gerainya setelah Beroperasi Selama 15 Tahun
Tragedi Bekasi Mengingatkan Kita Betapa Pentingnya Ruang Aman Bagi Perempuan. Ruang Aman Bagi Perempuan di Kantor Seperti Apa?
Workplace Gossip: Tidak Selalu Buruk, Bisa Jadi Kunci Kekompakan Tim
Jakarta Jadi Tuan Rumah Global Tour “Mortal Kombat II”, Hadirkan Deretan Bintang Internasional
Minum Diet Soda Setiap Hari, Aman atau Perlu Dibatasi? Cek Faktanya
8 Langkah Wajib Dilakukan Untuk Menghadapi & Merespon Pelanggaran Prinsip Ruang Aman Bagi Perempuan di Kantor