Boleh Nggak Sih, Ngerekam Orang di Tempat Umum buat Konten Medsos tanpa Setahu Mereka?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 4 Mei 2026 | 10:16 WIB
Ilustrasi: Boleh nggak sih kita memotret diam-diam obyek di tempat umum dan menyebarkannya di media sosial? (Freepik/JComp)
Ilustrasi: Boleh nggak sih kita memotret diam-diam obyek di tempat umum dan menyebarkannya di media sosial? (Freepik/JComp)

Masalah utama ketika kita berada di tempat umum adalah, hilangnya kendali atas citra diri kita sendiri. Kita harus siap-siap terekam kamera dan menanggung sendiri akibatnya, entah itu akibat baik atau buruknya.

Tanggung jawab terbesar akhirnya jatuh ke tangan kita sebagai perekam. Teknologi smart glasses memang memungkinkan kita untuk memotret diam-diam secara praktis dan hands-free.

Tapi sekali lagi, apakah kemudahan yang kita dapatkan itu harus mengorbankan kenyamanan orang lain?

Baca Juga: Rela Kerja sampai Weekend Itu Bukan Tanda Ambisius, Ingat Juga Dampaknya buat Fisik dan Mental!

Jika kita terus menormalisasi perekaman diam-diam, kita sedang membangun persepsi di mana setiap orang nggak berhak punya privasi atau keleluasaan pribadi. Selain itu, tidak ada ruang yang benar-benar aman untuk bersikap apa adanya.

Panduan etika yang paling simpel mungkin adalah: kalau kamu nggak mau direkam diam-diam saat sedang bekerja atau makan, jangan lakukan itu pada orang lain.

Yang paling gampang sih, kalau kamu memang mau membuat footage atau merekam di tempat umum, minta izin saja sama orang yang mau kamu rekam. That's simple.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: BPK, Nytimes, mediajustitia.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X