9 Framework Praktis yang Bisa Kamu Gunakan Untuk Menemukan Akar Masalah dengan Tepat!

photo author
Sigit Triwahyu, Pejuang Kantoran
- Minggu, 10 Mei 2026 | 13:52 WIB
Dalam 5 Why Analysis harus didukung data untuk memverifikasi setiap jawaban dari  (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
Dalam 5 Why Analysis harus didukung data untuk memverifikasi setiap jawaban dari (Pejuangkantoran.com/Made with Google AI)
  1. Pastikan setiap “why” memiliki hubungan sebab-akibat yang logis

Antar pertanyan “why” itu harus ada hubungan sebab-akibat. Jangan membuat lompatan logika.

Contoh: Mengapa proyek terlambat?

  • Salah: Karena tim kurang disiplin.

Ini terlalu umum dan tidak operasional.

  • Benar: Karena revisi desain datang terlambat dari stakeholder.

Penyebab harus observable, bisa diverifikasi, dan actionable.

  1. Hindari jawaban yang menyalahkan individu

Di Toyota, 5 Why berfokus pada sistem dan proses, bukan personal blame. Misal:

Mengapa frekuensi desain ditolak klien meningkat?

Jawaban berhenti di: “Karena desainer tidak punya wawasan desain yang baru.”. Mestinya harus digali lebih lanjut, misal: “Mengapa tidak punya wawasan desain yang baru?” “Karena desainer tidak punya waktu untuk eksplorasi desain-desain baru?

Jangan berhentu di pernyataan tersebut. Kulik lebih lanjuta dengan, misal “Mengapa desainer tidak punya waktu eksplorasi? “Karena proyek yang dipegang desainer melebihi kuota kapasitas desainer.”

Lanjutkan dengan “Mengapa proyeknya melebihi kuota kapasitas desainer?” “Karena jumlah proyek bertambah namun jumlah desianer tetap”Nah, dari sini sudah cukup jelas root cause-nya.

Baca Juga: Temukan Akar Masalah Secara Tepat Dengan Menggunakan Fishbone Diagram. Berikut Penjelasan dan Contohnya!

  1. Jangan terpaku harus tepat “5”

Jumlah “5” Why itu heuristik, bukan aturan sakral. Kadang hanya dengan 3 why sudah cukup, kadang perlu 7–8 why.

Why harus berhenti ketika penyebabnya dapat dikendalikan, dapat diperbaiki, dan jika diperbaiki kemungkinan besar mencegah masalah berulang.

  1. Validasi akar masalah

Validasi adalah langkah yang sering diabaikan. Tanyakan: “Jika penyebab ini diperbaiki, apakah masalah utama kemungkinan besar hilang?”

Jika jawabannya belum kuat, berarti belum mencapai root cause.

  1. Teknik tambahan agar hasil lebih akurat
  • Gunakan Fishbone Diagram sebelum 5 Why jika masalah kompleks. Karena Fishbone membantu eksplorasi penyebab dan 5 Why membantu pendalaman.
  • Libatkan orang yang dekat dengan proses. Akar masalah sering diketahui oleh pelaksana lapangan. Misalnya: operator, guru, salesperson, admin, teknisi.
  • Dokumentasikan setiap asumsi. Pisahkan fakta, dugaan, dan opini.
  1. Tanda bahwa 5 Why yang kamu lakukan salah arah
  • Jawaban terlalu abstrak, misal: “kurang disiplin”, “kurang motivasi”
  • Tidak bisa diverifikasi, seperti tidak ada data pendukung.
  • Tidak actionable, tidak jelas apa yang harus diperbaiki.
  • Root cause berupa “manusia”. Ketika bertemu root cause-nya adalah orang, biasanya masih ada masalah sistem yang melatar belakanginya.

Selamat menerapkan! ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Sigit Triwahyu

Sumber: Berbagai Sumber, lean.org, planview.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X