Trust jenis ini penting karena banyak pegawai pintar gagal naik karena tidak konsisten, mood-based, dan sulit diprediksi. Sementara organisasi mana pun sangat menghargai predictability, sesuatu yang bisa diprediksi, karena organisasi hidup dari koordinasi.
Contoh, atasan lebih nyaman memberi proyek ke pegawai “8/10 tapi stabil” dibanding pegawai “10/10 tapi chaos”.
Trust jenis ini dibangun lewat habit, disiplin operasional, administrasi yang baik, follow up kecil yang konsisten.
3. Integrity Trust
Ini adalah bentuk trust yang paling sensitif. Fondasinya kejujuran, konsistensi nilai, fairness, dan tidak manipulatif.
Perilaku yang bisa meningkatkan integrity trust antara lain mengakui kesalahan, tidak mengambil kredit orang lain, tidak bermain dua muka, menjaga kerahasiaan, dan objektif.
Sebaliknya, perilaku yang menghancurkan integrity trust antara lain gosip, politicking berlebihan, manipulasi data, “menusuk dari belakang”, dan opportunistic behavior.
Yang harus kamu garis bawahi, sekali integrity trust rusak akan sangat sulit dipulihkan.
Dalam politik kantor, integrity trust sangat menentukan apakah seseorang dianggap aman untuk posisi strategis, bisa dipercayakan menyimpan informasi yang sensitif, dan apakah dia layak menjadi pemimpin.
Baca Juga: Bukan Modal Uang, Namun Social Capital Sangat Berharga dan Tak Tergantikan di Kantor!
4. Benevolence / Relational Trust
Trust yang satu ini terkait sikap apakah seseorang itu benar-benar peduli atau “ada udang di balik batu”. Akrab itu baik, namun bukan berarti harus akrab secara personal.
Yang penting bahwa orang merasa kamu tidak berniat merugikan mereka, tidak selalu transaksional, dan mampu bekerja secara manusiawi. Ujudnya bisanya dalam bentuk mau membantu, memberi credit, mendengar, tidak menjatuhkan, atau memahami tekanan orang lain.
Kompetensi tanpa benevolence sering membuat orang merasa dihormati, tetapi tidak disukai, atau tidak nyaman diajak kerja. Sedangkan benevolence tinggi menciptakan psychological safety, kolaborasi, dan loyalitas tim.
Dalam tim modern, trust jenis ini makin penting karena kerja lintas fungsi, hybrid work, dan tekanan kerja tinggi membuat hubungan interpersonal menjadi aset organisasi.
Artikel Terkait
Belajar dari Kesalahan, Ini Cara Dapatkan Kembali Kepercayaan Atasan dan Rekan Kerja
Cara Instan Bangun Kepercayaan Atau Trust di Tempat Kerja, Mulai dari 7 Kebiasaan Sederhana Ini!
Tak Sekadar Bantu Atasan, Managing Up Juga Bisa Membuka Peluang Kariermu Lebih Lebar. Ini Alasannya!
5 Ciri Seorang yang Punya Keterampilan Managing Up yang Wajib Diketahui Atasan
7 Kesalahpahaman dari Bounded Choice yang Mesti Kamu Tahu Agar Terhindar Konflik dengan Atasan