5. Psychological Trust / Psychological Safety
Makna dari trust yang satu ini adalah orang merasa aman untuk bicara tanpa takut dipermalukan atau dihukum. Misal, anggota tim berani bertanya, berani mengakui kesalahan, berani memberi ide, atau berani berbeda pendapat.
Sebaliknya, ketika trust satu ini rendah, maka orang akan cenderung takut, ABS (“asal bapak senang”), menutup-nutupi masalah, dan minim inovasi.
Psychological trust sangat penting untuk mendorong inovasi, pembelajaran, dan agility organisasi.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Kunci untuk Membangun Trust di Tempat Kerja, Yang Pertama: Tunjukkan Ketertarikan
6. Strategic Trust
Ini adalah bentuk trust tingkat tinggi. Intinya, orang ini bisa dipercaya memegang kepentingan besar organisasi. Biasanya ini diberikan kepada manajer, kepala unit, project lead, atau informal leader.
Ketika mendapatkan strategic trust, bisanya akan diberi akses informasi sensitif, dilibatkan dalam keputusan penting, dipercaya memimpin perubahan, atau dipercaya mewakili institusi.
Strategic trust biasanya muncul dari kombinasi competence, reliability, integrity, dan relational trust.
***
Artikel Terkait
Belajar dari Kesalahan, Ini Cara Dapatkan Kembali Kepercayaan Atasan dan Rekan Kerja
Cara Instan Bangun Kepercayaan Atau Trust di Tempat Kerja, Mulai dari 7 Kebiasaan Sederhana Ini!
Tak Sekadar Bantu Atasan, Managing Up Juga Bisa Membuka Peluang Kariermu Lebih Lebar. Ini Alasannya!
5 Ciri Seorang yang Punya Keterampilan Managing Up yang Wajib Diketahui Atasan
7 Kesalahpahaman dari Bounded Choice yang Mesti Kamu Tahu Agar Terhindar Konflik dengan Atasan