Keuntungan dan Kerugian Mengirim Banyak Lamaran Pekerjaan, Meski Peluangnya Lebih Besar

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Selasa, 2 Juni 2026 | 15:16 WIB
Ilustrasi: Salah satu keuntungan mengirim banyak lamaran pekerjaan adalah, peluang mendapat penawaran kerja akan semakin besar. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Salah satu keuntungan mengirim banyak lamaran pekerjaan adalah, peluang mendapat penawaran kerja akan semakin besar. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Mencari pekerjaan di era ketika begitu banyak terjadi PHK itu sungguh dar der dor perjuangannya. Untuk diterima bekerja, kita tidak bisa lagi hanya asal mengirim lamaran sebanyak-banyaknya.

Karena dunia kerja terus berkembang, cara kita berjuang mendapatkan pekerjaan impian juga harus ikut berubah. Misalnya, berapa banyak sih kita harus mengirimkan lamaran pekerjaan dalam sehari untuk mendapat satu penawaran kerja?

Survei dari platform pencari kerja Huntr mengatakan, target harian kita setidaknya tiga sampai lima lamaran dalam sehari. Tapi, apakah strategi kuantitas di atas kualitas ini benar-benar efektif? Daripada menebak-nebak, lebih baik kita bahas keuntungan dan kerugiannya ya.

Baca Juga: Jangan Kaget, Ini Jumlah Lamaran Kerja yang Harus Dikirim per Hari agar Dapat Penawaran Kerja

Keuntungan mengirim banyak lamaran pekerjaan 

• Logikanya, peluang akan semakin besar kalau melamar ke lebih banyak perusahaan. Ibaratnya, makin banyak pintu yang diketuk, makin besar peluang pintu yang akan dibuka.

• Jadi punya kesempatan untuk latihan. Setiap kali melamar, kamu pasti akan menyesuaikan resume atau CV dan surat lamaran agar pas dengan posisi yang diincar. Semakin sering melakukannya, kamu akan semakin tahu cara merangkai kata-kata yang menarik.

• Faktor waktu. Dengan rutin memeriksa lowongan pekerjaan setiap hari, kamu punya kesempatan untuk melamar di posisi yang baru saja dibuka. Kamu jadi yang pertama tahu, melamar lebih awal, dan nggak bakal ada loker bagus yang kelewat.

• Jadi punya wawasan industri yang lebih luas. Kamu jadi paham istilah-istilah teknis yang sering dipakai, tugas-tugas yang biasa diminta, hingga kualifikasi apa saja yang sering dicari perusahaan. Pengetahuan ini nantinya bisa jadi bekal saat kamu menghadapi sesi wawancara.

Kerugian mengirim banyak lamaran kerja

Meskipun terdengar produktif, terlalu fokus pada jumlah bisa jadi bumerang kalau tidak hati-hati.

Baca Juga: 5 Strategi agar Lebih Konsisten Mengirim Lebih Banyak Lamaran Pekerjaan, sesuai Kondisi Kamu

Risiko stres dan kelelahan. Cari kerja itu aja sudah cukup berat. Jangan sampai kamu malah jadi burnout sebelum berhasil diterima bekerja di mana-mana. Jadi, pastikan kamu tetap punya waktu untuk hobi dan istirahat.

Kualitas lamaran bisa menurun. Kalau kamu cuma mengejar target harian harus mengirim 10 lamaran hari ini, kamu mungkin jadi nggak teliti lagi. Akibatnya, lamaran yang dikirim jadi asal-asalan dan tidak menonjolkan kelebihanmu dengan baik. Padahal, rekruter lebih suka resume yang benar-benar pas dengan kualifikasi pekerjaan mereka.

• Hati-hati melamar lowongan yang sama di beberapa tempat. Seringkali, satu lowongan kerja memang diiklankan di banyak situs. Jangan sampai kamu melamar posisi yang sama dua kali karena tidak teliti. Ini bisa membuatmu terlihat kurang perhatian terhadap detail di mata rekruter.

Hindari melamar banyak posisi di satu perusahaan yang sama. Jangan sampai kamu dianggap putus asa daripada terlihat berkomitmen. Kalau perusahaan itu adalah impianmu, pilih satu posisi yang paling pas dengan skill dan pengalaman kerjamu.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Indeed, Growthhackyourcareer.com/, Fastapply.co

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X