Kata Ahli, Tak Perlu Buat Daftar Pro dan Kontra saat Memutuskan Pindah atau Berhenti Kerja

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Jumat, 5 Mei 2023 | 09:00 WIB
Ilustrasi: Karyawan yang dibebani tugas itu-itu saja bisa membuat mereka memutuskan resign. (Freepik/Contributor Thailand)
Ilustrasi: Karyawan yang dibebani tugas itu-itu saja bisa membuat mereka memutuskan resign. (Freepik/Contributor Thailand)

PejuangKantoran.com - Saat kamu berniat pindah kerja atau bahkan berhenti bekerja kantoran dan memulai bisnis sendiri, banyak yang menyarankan untuk membuat daftar pro dan kontra.

Jika daftar pro lebih panjang dibandingkan kontra, maka kamu boleh melakukannya. Begitu juga sebaliknya, jika daftar kontra lebih panjang, mungkin kamu harus berpikir ulang lagi.

Namun, menurut pakar pembuat keputusan Annie Duke, membuat daftar pro kontra justru tak perlu dilakukan. Ini hanya membuat pilihan yang bias. Daftar ini tidak mempertimbangkan “nilai” setiap hal yang ada dalam daftar.

Baca Juga: Hati-hati Hoax Telepon Vaksin Kemenkes Berujung Pemblokiran

Misalnya, memiliki bos yang toxic seharusnya memiliki “nilai” negatif yang lebih besar. Jadi, jika meskipun hanya ini yang ada di daftar kontra, tetapi nilainya sebenarnya sangat besar dan mungkin saja mengalahkan “nilai” yang dimiliki di daftar pro.

Lagipula, Annie bilang kebanyakan orang sebenarnya sudah memiliki keputusan begitu mulai memikirkan sesuatu.

“Jika kamu ingin melakukannya, kamu akan mendapat lebih banyak pro. Dan jika kamu tidak ingin melakukannya, kamu akan mendapat banyak kontra,” katanya.

Lebih baik lakukan ini saat membuat keputusan

Annie menganjurkan untuk menggunakan kerangka keputusan yang lebih bermanfaat dibandingkan daftar pro dan kontra.

Misalnya, memiliki metode “quitting coach” untuk berpegang teguh pada komitmen yang dimiliki dengan pekerjaan dan mengembangkan “kill criteria” untuk mencari faktor yang dapat membantu mengetahui apakah keputusanmu benar dan memang sudah waktunya untuk berhenti kerja.

Ia juga menyarankan agar orang-orang membuat keputusan dengan membayangkan bagaimana perasaanmu setahun dari sekarang. Apakah kamu merasa lebih bahagia tetap berada pekerjaan ini atau mengerjakan sesuatu yang lain?

Baca Juga: First Republic Bank Kolaps, Jadi Bank Ketiga yang “Menyerah” pada Krisis

“Saya pikir itu benar-benar cara yang lebih baik untuk memikirkan berbagai hal. Kamu hanya akan membodohi diri sendiri dengan daftar pro dan kontra yang entah bagaimana sebenarnya telah kamu ketahui,” ujarnya Annie.

Saat kamu sudah memiliki niat untuk berhenti atau pindah kerja, lakukan metode “kill criteria” dengan bertanya pada diri sendiri apa yang membuatmu tidak merasa baik-baik saja dengan pekerjaan ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Forbes

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X