Hati-Hati, ChatGP Ternyata Bisa “Disuruh” Membuat Email Penipuan!

photo author
Christina A.S, Pejuang Kantoran
- Minggu, 14 Mei 2023 | 15:00 WIB
Kecerdasan buatan atau AI  dalam bidang kesehatan  (Sumber Foto: Pixabay/CCO conten - Alonesia.com)
Kecerdasan buatan atau AI dalam bidang kesehatan (Sumber Foto: Pixabay/CCO conten - Alonesia.com)

Dengan ChatGP, penipu bisa mengirimkan email yang terlihat seperti dari rekan kerja, partner bisnis, klien, atau siapa pun. Kamu akan diminta untuk menyelesaikan tugas "terkait pekerjaan" tertentu.

Email yang diterima bisa sangat spesifik untukmu. Bahkan hingga menyebutkan nama atasan atau rekan kerja lain.

Contoh lainnya adalah email mendetail dari sekolah anak yang meminta sumbangan untuk acara sekolah. Tokoh otoritas atau organisasi yang dipercayai, seperti bank, polisi, atau yayasan tertentu.

Sayangnya, filter email konvensional yang menangkap sebagian besar email spam mungkin tidak berfungsi dengan baik. Alasannya cara kerja filter ini adalah mengandalkan kesalahan tata bahasa dan kata yang salah eja.

Baca Juga: Bintang Bukannya Aku Tidak Mau Nikah Roy Sungkono Bersyukur Tak Pernah Mendapat Peran yang Stereotip

Sementara ChatGPT memiliki tata bahasa yang baik. Para penipu juga dapat menghindari salam standar dan kata-kata pemicu yang biasanya menandakan filter spam dengan memberikan instruksi ChatGPT untuk menghindarinya.

Cara tidak menjadi korban penipuan menggunakan AI

Saat ini tidak banyak hal yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penipuan AI. Tidak ada teknologi andal yang dapat memfilter penipuan yang dihasilkan oleh AI, seperti yang biasa dilakukan filter email yang menangani sebagian besar email spam.

Namun, masih ada beberapa solusi sederhana yang bisa dilakukan agar terhindari menjadi korban.

Pertama-tama, jika perusahaan menawarkan pelatihan kesadaran phishing, sekaranglah waktunya untuk benar-benar mulai memperhatikannya. Banyak saran keamanan umum yang ditawarkan masih berguna untuk penipuan AI.

Baca Juga: Universitas Harvard Buka 20 Kursus Online Gratis di Berbagai Bidang. Ini Linknya!

Ingatlah bahwa email atau pesan berbasis teks apa pun yang meminta informasi pribadi atau uang, terlepas dari seberapa meyakinkannya itu, bisa jadi merupakan penipuan.

Cara yang hampir sangat mudah untuk memverifikasi keasliannya—setidaknya untuk saat ini—adalah dengan menelepon atau bertemu langsung dengan pengirim pesan, jika memungkinkan.

Kecuali AI berhasil membuat hologram bicara, menelepon orang yang mengirimkan pesan atau bahkan bertemu langsung untuk mengonfirmasinya, merupakan cara teraman untuk menghindari penipuan. (Elga Windasari)

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Christina A.S

Sumber: Lifehacker.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X