Dengan ChatGP, penipu bisa mengirimkan email yang terlihat seperti dari rekan kerja, partner bisnis, klien, atau siapa pun. Kamu akan diminta untuk menyelesaikan tugas "terkait pekerjaan" tertentu.
Email yang diterima bisa sangat spesifik untukmu. Bahkan hingga menyebutkan nama atasan atau rekan kerja lain.
Contoh lainnya adalah email mendetail dari sekolah anak yang meminta sumbangan untuk acara sekolah. Tokoh otoritas atau organisasi yang dipercayai, seperti bank, polisi, atau yayasan tertentu.
Sayangnya, filter email konvensional yang menangkap sebagian besar email spam mungkin tidak berfungsi dengan baik. Alasannya cara kerja filter ini adalah mengandalkan kesalahan tata bahasa dan kata yang salah eja.
Baca Juga: Bintang Bukannya Aku Tidak Mau Nikah Roy Sungkono Bersyukur Tak Pernah Mendapat Peran yang Stereotip
Sementara ChatGPT memiliki tata bahasa yang baik. Para penipu juga dapat menghindari salam standar dan kata-kata pemicu yang biasanya menandakan filter spam dengan memberikan instruksi ChatGPT untuk menghindarinya.
Cara tidak menjadi korban penipuan menggunakan AI
Saat ini tidak banyak hal yang dapat dilakukan untuk mendeteksi penipuan AI. Tidak ada teknologi andal yang dapat memfilter penipuan yang dihasilkan oleh AI, seperti yang biasa dilakukan filter email yang menangani sebagian besar email spam.
Namun, masih ada beberapa solusi sederhana yang bisa dilakukan agar terhindari menjadi korban.
Pertama-tama, jika perusahaan menawarkan pelatihan kesadaran phishing, sekaranglah waktunya untuk benar-benar mulai memperhatikannya. Banyak saran keamanan umum yang ditawarkan masih berguna untuk penipuan AI.
Baca Juga: Universitas Harvard Buka 20 Kursus Online Gratis di Berbagai Bidang. Ini Linknya!
Ingatlah bahwa email atau pesan berbasis teks apa pun yang meminta informasi pribadi atau uang, terlepas dari seberapa meyakinkannya itu, bisa jadi merupakan penipuan.
Cara yang hampir sangat mudah untuk memverifikasi keasliannya—setidaknya untuk saat ini—adalah dengan menelepon atau bertemu langsung dengan pengirim pesan, jika memungkinkan.
Kecuali AI berhasil membuat hologram bicara, menelepon orang yang mengirimkan pesan atau bahkan bertemu langsung untuk mengonfirmasinya, merupakan cara teraman untuk menghindari penipuan. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
Daffa Wardhana Belajar Bahasa Bali Langsung di Lokasi Saat Syuting Bukannya Aku Tidak Mau Nikah
Arnold Poernomo dan Tim Juru Masak di Balik Sajian Menu Makanan di KTT ASEAN 2023
4 Dugaan Aksi “Halalkan Segala Cara” ala Kamboja Agar Jadi Juara di SEA Games 2023
Kepala BKPSDM Kabupaten Pangandaran Dinonaktifkan, Husein Ali Batal Mundur Jadi Guru
Jangan Utang, Ini Tips Menabung Dalam Waktu Singkat untuk Beli Tiket Konser Coldplay
Coldplay Disebut Band dengan Bayaran Tur Konser Termurah
PT Shell Indonesia Buka Lowongan Category Manager Food Service untuk Bisnis Non-Bahan Bakarnya
Penipuan Berkedok Kerja “Freelance” Kembali Makan Korban, Pegawai PPSU Kehilangan Rp28 Juta
Pakar Kesehatan: Air Galon Tak Picu Kanker Payudara!