Efek Buruk Jika Benci dengan Pekerjaan yang Kamu Lakukan Selama Ini

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Minggu, 11 Juni 2023 | 13:54 WIB
Ilustrasi: Ketika kamu melihat kantor sebagai zona bahaya, hal itu akan membuat otot-otot menegang dan memicu sakit kepala.. (Pexels.com/Andrea Piacquadio)
Ilustrasi: Ketika kamu melihat kantor sebagai zona bahaya, hal itu akan membuat otot-otot menegang dan memicu sakit kepala.. (Pexels.com/Andrea Piacquadio)

4. Lebih sering sakit

Jika kamu merasa lebih sering sakit-sakitan, coba pikirkan bagaimana perasaanmu tentang pekerjaan yang dijalani saat ini.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa stres kronis dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh, yang membuatmu lebih rentan terhadap penyakit.

5. Kehilangan minat pada seks

Bagaimana kamu menghabiskan waktu mencerminkan apa yang kamu hargai. Ketika kamu membawa pulang beban pekerjaan, itu akan membuat hubunganmu menderita.

The American Psychological Association mencatat bahwa ketika perempuan harus mengatasi stres pekerjaan, hal itu dapat mengurangi hasrat seksual.

Sementara bagi laki-laki, stres kronis ini dapat menyebabkan produksi testosteron lebih rendah sehingga libido juga rendah.

Baca Juga: Perjalanan Luna Maya Sukses Mempertahankan Bisnis Nama Beauty Di Masa Pandemi

6. Lelah sepanjang waktu

Ini rasa lelah yang tidak bisa disembuhkan dengan tidur siang atau bahkan tidur seharian di akhir pekan. Karena pekerjaan yang dibenci bisa menciptakan siklus yang menguras tenaga.

“Kamu merasa kewalahan karena bekerja terlalu lama. Namun, kamu juga bekerja terlalu lama karena merasa kewalahan,” kata Jeffrey Pfeffer, seorang profesor perilaku organisasi di Stanford University.

7. Perut berulah

Gangguan pencernaan, sembelit, dan kembung dapat dikaitkan dengan stres. Mengapa? Karena stres memengaruhi apa yang dicerna oleh usus dan juga dapat mengubah bakteri usus, yang pada gilirannya memengaruhi suasana hati.

“Sekitar enam bulan, saya tidak perhatikan bahwa setiap Minggu sore perut saya terasa sakit. Itu bukan gejalanya, tetapi waktunya yang mengingatkan saya akan pekerjaan. Semua gejala hilang ketika saya berhenti dari pekerjaan dan beralih ke pekerjaan lain,” cerita Kevin.

8. Nafsu makan berubah

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Huffington Post

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X