PejuangKantoran.com - Walaupun namanya sudah dikenal, Luna Maya tidak mau nama untuk brand yang ia kreasikan terlalu identik dengan dirinya. Ia ingin menggunakan nama-nama yang bersentuhan sedikit saja tetapi nantinya bisa berdiri sendiri.
Ketika akhirnya ketok palu menggunakan nama Nama Beauty sebagai nama untuk brand kosmetiknya, Luna Maya mengaku perlu waktu cukup lama untuk benar-benar memikirkannya secara matang.
Baca Juga: Perjalanan Luna Maya Sukses Mempertahankan Bisnis Nama Beauty Di Masa Pandemi
“Sebenarnya, saya mencoba membuat nama untuk brand yang bersentuhan dengan nama saya, tapi tidak identik dengan nama saya.
"Saya inginnya hanya sebagai CEO-nya di situ, sebagai founder, sebagai orang di belakang brand tersebut," ujar Luna Maya, di acara Beautyfest Asia di The Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat (2/6/2023) lalu.
Perempuan kelahiran Denpasar, Bali, 26 Agustus 1983 ini ingin brand tersebut nantinya untuk semua orang, bukan cuma fans-nya. Ia juga tidak ingin nama untuk brand itu langsung mengingatkan orang pada namanya.
Luna ingin Nama Beauty memiliki brand ambassador sendiri, dan tidak mau sering tampil mewakili brand-nya. Dengan begitu, ia juga menjadi punya kebebasan untuk menjadi brand ambassador merek-merek kecantikan lainnya.
"Saya masih menjadi brand ambassador brand-brand kecantikan lainnya dan saya mau bekerja di belakang layar, dan merek ini berdiri sendiri!” harap aktris yang sebentar lagi akan tampil dalam film Suzzanna Malam Jumat Kliwon ini.
Baca Juga: 3 Insight yang Didapat Glenn Marsalim Usai Ketagihan TikTok, Penting buat Trik Berjualan di TikTok!
Lalu, mengapa memilih NAMA sebagai nama untuk brand kosmetiknya? Ternyata, kata NAMA terpilih karena ia malas berpikir terlalu panjang.
“Nyari-nyari, Luna Maya, Nama ('Na' dari suku kata terakhir Luna dan 'Ma', suku kata pertama nama keduanya). Oke, it’s kinda cute. Itu satu alasannya!" soraknya mengingat awal mula terbentuknya nama tersebut.
Kedua, menurut Luna, nama itu identitas kita. Ketika berkenalan dengan seseorang, yang pertama ditanya pasti namanya.
"Ketiga, kalau dari bahasa Sanskrit-nya, saya menemukan bahwa NAMA itu adalah spiritual tertinggi antara diri kita dengan Yang Di Atas.
"Jadi, aku merasanya, ‘Wah, ini sudah meant to be!’ Langsung, saya patenin. Hak cipta. Go!” seru aktris yang memulai karier sebagai model catwalk itu.
Secara jujur, ia mengaku jika sebenarnya mencari nama untuk brand itu hal yang sangat sulit. Ada kriteria tertentu yang menurutnya harus ada agar pencitraan brand juga bisa berhasil.
Artikel Terkait
Gubernur Bali Luncurkan Daftar "Dos and Don’ts: bagi Turis Saat Berkunjung ke Pulau Bali
Awas Monday Blues, Rasa Malas Kerja di Hari Senin dan Cara Mengatasinya!
Lebaran dan THR Udah Lewat, Jadi Apa yang Menahan Kamu Buat Resign?
Sabaaar.... Pendaftaran Chevening Scholarships Baru Akan Dibuka Agustus 2023
19 Bacaleg di Serang Dinyatakan Psikopat Usai Tes Kesehatan, Disebut karena Kurang Istirahat
Ternyata Rata-rata CEO Memiliki Ciri-Ciri Psikopat, Coba Tebak Apa Tanda-tandanya!