Kesalahan pada CV yang akan Membuat Lamaran Kamu Langsung Ditolak oleh Pemberi Kerja

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Kamis, 29 Juni 2023 | 08:14 WIB
Ilustrasi: Hindari kesalahan saat menyusun CV agar lamaran kamu tidak langsung ditolak. (Freepik/Rawpixel)
Ilustrasi: Hindari kesalahan saat menyusun CV agar lamaran kamu tidak langsung ditolak. (Freepik/Rawpixel)

PejuangKantoran.com - Dulu, lamaran kerja dan CV dianggap mengesankan kalau kita bisa mendesainnya dengan cara sekreatif mungkin. Namun, cara itu tidak berlaku lagi sejak digunakannya kecerdasan buatan (AI) dalam pengelolaan SDM.

Itu berarti CV atau resume kamu harus terlebih dahulu melewati pemindaian dan pemfilteran otomatis sebelum diterima oleh kotak masuk (inbox) tim rekrutmen.

Applicant tracking system (ATS) atau sistem pelacakan pelamar bertenaga AI ini digunakan oleh perusahaan Fortune 500 dan bisnis kecil di seluruh dunia.

Baca Juga: Hampir 1 dari 5 Karyawan Melakukan Loud Quitting di Tempat Kerja, Apa sih Maksudnya?

Sebuah studi tahun 2019 menunjukkan tiga dari empat resume bahkan tidak pernah dilihat oleh rekruter. Sebanyak 99 persen dari perusahaan Fortune 500 menggunakan filter lamaran kerja bot dan sekitar 83 persen di semua bisnis.

Untuk itu, hindari kesalahan pada CV ini agar CV lolos bot AI:

Jangan lampirkan foto

Sistem pemindaian AI hanya memproses teks. Kalau kamu mencantumkan keterampilan dan kualifikasi penting kamu dalam bentuk gambar, cara itu mungkin akan diabaikan.

Semua elemen kunci resume kamu harus dalam format teks. Meskipun infografis menarik, tetapi tidak perlu memasukkannya dalam resume kamu.

Kata kunci adalah, kuncinya

Sama seperti pengoptimalan mesin telusur (SEO) yang berfungsi untuk membuat situs web diperhatikan, ATS mencari kata kunci spesifik yang terkait dengan pekerjaan di resume.

Tidak memiliki kata kunci dari deskripsi pekerjaan di resume kamu membuat skor pencocokan lebih rendah.

Pastikan menggunakan kata-kata dalam lowongan untuk posisi terbuka di resume kamu, tapi jangan terlalu banyak.

Kata kunci terlalu banyak

Beberapa kandidat mencoba mengelabui AI dengan mengisi resume mereka dengan kata kunci.

AI dilatih untuk membuang resume ini. Aturan praktisnya, untuk setiap posisi sebelumnya yang tercantum di resume kamu, sertakan dua atau tiga kata kunci yang selaras dengan pekerjaan yang kamu lamar.

Tata letak terlalu meriah

Penggunaan beberapa kolom, grafik, atau perataan (alignment) yang tidak biasa dapat membingungkan sistem ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: The Daily Mail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X