5 Keterampilan AI yang Perlu Dikuasai di Dunia Kerja, Menurut Hasil Temuan LinkedIn

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Senin, 21 Agustus 2023 | 11:40 WIB
Ilustrasi: Menguasai keterampilan AI di dunia kerja adalah cara terbaik untuk memanfaatkan adopsi kecerdasan buatan yang meluas. (Freepik)
Ilustrasi: Menguasai keterampilan AI di dunia kerja adalah cara terbaik untuk memanfaatkan adopsi kecerdasan buatan yang meluas. (Freepik)

Salah satu contoh sehari-hari yang paling umum yang bisa kamu lihat adalah data tentang penjelajahan individu, dan kebiasaan belanja yang dimasukkan ke dalam algoritma marketplace.

Data tersebut nantinya akan digunakan untuk menyarankan produk yang mungkin diminati oleh pengguna.

4. Computer Vision

Ini adalah proses di mana AI memahami gambar, video, audio, dan sebagainya, lalu mengekstrak informasi yang relevan dari semua itu. Kamu mungkin menemukan ini saat mencari foto tertentu di gallery.

Misalnya, saat kamu menulis “kucing”, maka kamu akan melihat semua hasil foto kucing, seperti yang dapat diidentifikasi oleh AI dalam gambar.

5. Natural Language Processing

Sering juga disebut NLP, ini adalah salah satu komponen inti dari platform AI seperti ChatGPT. AI ini juga memiliki kemampuan untuk memahami petunjuk dan perintah yang ditulis dalam bahasa manusia.

Keterampilan AI sebagai alat perekrutan

Meskipun AI di tempat kerja masih merupakan konsep yang relatif baru, pengaruhnya terhadap perusahaan dalam waktu singkat tidak dapat diremehkan.

Baca Juga: Bos, Cukup Sampaikan 2 Kata untuk Membuat Karyawan Merasa Divalidasi

Dalam surveinya, LinkedIn berkonsultasi dengan para eksekutif dan menemukan bahwa AI berada di garis depan pikiran mereka.

Sebanyak 44% eksekutif menyatakan bahwa mereka berniat untuk meningkatkan penggunaan AI di perusahaannya tahun depan. Sementara 47% juga setuju bahwa penggunaan AI generatif akan meningkatkan produktivitas.

Namun, terlepas dari prediksi negatif di awal tahun tentang pekerjaan akan banyak berkurang akibat AI, bahkan CEO Open AI, Sam Altman mengatakan hanya 4% dari mereka yang disurvei mengklaim bahwa mereka akan mengurangi jumlah karyawan akibat AI.

Dampak AI akan bervariasi tergantung industri

Dalam studinya, LinkedIn mencatat bahwa meskipun ruang lingkup AI dan apa yang dapat dicapai oleh AI sangat besar, efeknya tidak akan universal.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: tech.co

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X