LinkedIn memberi contoh seorang guru. Diperkirakan bahwa 45% peran guru dapat dilengkapi dengan AI generatif, melalui tugas-tugas seperti perencanaan pembelajaran, pelatihan, dan pengembangan kurikulum.
Namun, lebih dari setengah dari waktu guru yang digunakan untuk mengajari siswa, tidak mungkin dapat ditiru oleh AI.
Sebaliknya, LinkedIn juga memberikan contoh peran insinyur perangkat lunak (software engineer), yang menurutnya dapat ditingkatkan hingga 96% dengan AI.
Baca Juga: Bukan karena AI, Ini Penyebab Jumlah Pekerjaan yang Tersedia Semakin Berkurang
Dengan sebagian besar waktu pengkodean dihapus, para insinyur dapat menghabiskan lebih banyak waktu untuk mengembangkan keterampilan baru dan mempelajari sistem baru.
Gambaran LinkedIn mengenai AI di tempat kerja umumnya positif: Atasan menginginkannya, karyawan dapat mempelajarinya, dan itu akan memberi lebih banyak keuntungan kepada semua orang.
Jika kamu belum memiliki keterampilan AI saat ini, LinkedIn menyarankan untuk menambahkannya mulai sekarang. (Elga Windasari)
Artikel Terkait
7 Mobil Baru Harga Rp 100 Jutaan di GIIAS 2023, Cocok buat yang Pertama Kali Beli Mobil!
The Last of Us Season 2 Mulai Casting Pemeran Abby, Kapan Bakal Mulai Tayang?
Dituntut Mengisap Rokok Klobot di Losmen Melati, Alexandra Gottardo: "Kok Makin Sexy Suaraku?"
12 Hal Kecil yang Bisa Dilakukan Tiap Hari Ini Dijamin Bikin Kamu Lebih Sehat!
Bekerja Lebih Produktif dengan metode 3-3-3. Bagaimana Cara Melakukannya?
Lowongan Kerja Team Manager di Louis Vuitton Malletier buat yang Memahami Luxury Brand