Baca Juga: Nggak Mau Jadi Bos yang Dibenci Karyawan? Jangan Lakukan 4 Kebiasaan Buruk Ini!
3. Setiap gerakanmu akan diamati
Jangan kaget jika atasan mulai mempertanyakan mengapa kamu istirahat makan siang lebih lama dari biasanya, atau izin sakitmu. Itu bagian dari tugasnya untuk membuatmu tetap mengerjakan tugasmu.
Ini karena dia khawatir kamu menghabiskan seluruh waktu untuk menelusuri lowongan pekerjaan, dan menyelinap ke wawancara kerja yang baru.
Meski begitu, kamu harus tetap melakukan yang terbaik untuk memantau pekerjaan, tetap berpendapat dalam rapat, dan menepati tenggat waktu pekerjaan.
Hal ini akan menunjukkan bahwa meskipun kamu sedang dalam proses keluar, kamu masih berkomitmen penuh terhadap pekerjaan saat ini.
4. Kamu diminta resign
Meskipun cukup ekstrim, tetapi hal ini sering terjadi. Karena kamu dianggap sudah tidak ingin bekerja di sana, mungkin saja kamu akan dipaksa resign.
Menyakitkan, sih. Apalagi kalau kamu tahu rekan-rekan kerjamu juga sering memasang status Open to Work di LinkedIn atau platform pencari kerja yang lain. Kamu merasa berhak melakukannya.
Apalagi jika kamu tidak melakukan tugas-tugasmu dengan baik akhir-akhir ini. Hal itu akan membuat si bos semakin mudah melakukan pemutusan hubungan kerja.
5. Tidak ada yang berubah sama sekali
Jika atasan bukan tipe orang yang konfrontatif, dia mungkin akan berpura-pura tidak tahu.
Ada kemungkinan dia jadi bersikap terlalu baik dan penuh perhatian kepadamu, memperhatikan dengan cermat setiap tugas yang kamu submit, atau malah bersikap acuh tak acuh.
Apa pun reaksi atasan saat mengetahui hal tersebut, cobalah menjadi orang yang lebih profesional. Jika keadaan menjadi tidak nyaman, kamu bisa memulai percakapan untuk meredakan ketegangan.
Baca Juga: Komedian Jimmy Fallon Disebut sebagai Bos yang Moody, Bagaimana Cara Menghadapi Bos Seperti Ini?