Baca Juga: Cara Menjawab Pertanyaan Mengapa Tertarik dengan Pekerjaan Ini? Saat Wawancara Kerja
Kamu juga menunjukkan kepada pewawancara bahwa kamu tertarik untuk naik jabatan di perusahaan tersebut, sekaligus bahwa kamu tidak ingin keluar dari pekerjaan dalam waktu dekat.
Bagaimana jika kelemahan terkait dengan pekerjaan?
Jika kamu tidak bisa mencari kelemahan yang tidak berhubungan dengan pekerjaan, bersikaplah terbuka. Jujurlah tentang keterampilan, atribut, kredensial, akreditasi, atau latar belakang pendidikan yang kurang kamu miliki.
Namun, tegaskan dan katakan dengan yakin bahwa kamu siap menghadapi tantangan untuk belajar dan berkembang meski memiliki kelemahan tersebut.
Selain itu, kamu juga bisa memberikan jawaban yang sebenarnya tidak benar-benar bisa dibilang kelemahan atau kesalahan. Berikan jawaban yang memadai tanpa terkesan mengelak.
Berikut beberapa contohnya:
“Terkadang, karena keinginan saya untuk membantu, saya mengerjakan terlalu banyak proyek sekaligus. Dari waktu ke waktu, saya menyadari bahwa saya begitu asyik dengan pekerjaan sehingga lupa waktu dan harus menyelesaikan tugas di malam hari.”
“Ada kalanya saya melihat tim kesulitan, dan saya mengambil alih tugas tersebut daripada mendelegasikannya kepada orang lain. Padahal saya sudah kewalahan dengan pekerjaan sendiri.”
“Keluarga saya mengatakan bahwa saya menghabiskan terlalu banyak waktu dan harus menguranginya. Saya mencoba untuk memiliki keseimbangan yang baik antara pekerjaan dan kehidupan.
Baca Juga: Mau Jadi Karyawan Jeff Bezos? Kamu Harus Bisa Jawab 2 Pertanyaan Ini Saat Wawancara Kerja
"Itulah salah satu alasan utama mengapa saya tertarik pada perusahaan ini karena keseimbangan kehidupan kerja adalah salah satu inisiatif inti budaya perusahaan.”
“Saya selalu berprestasi di sekolah, olahraga, dan pekerjaan. Saya menyadari bahwa meluangkan seluruh waktu dan upaya, memberikan perhatian terhadap detail, dan berusaha melakukan lebih banyak hal dapat membuat rekan kerja merasa bahwa mereka tidak dapat mengikuti kecepatan kerja saya."
Jadi, jangan salah atau terjebak lagi saat ditanya "Apa kelemahan terbesar dirimu?" saat wawancara kerja, agar tidak mengurangi peluangmu untuk diterima. (Elga Windasari)