"Namun, dalam situasi di mana ada lingkungan yang toxic, ekspektasi yang tidak terpenuhi atau tidak jelas, saya akan mendorongnya untuk keluar saja,” kata ahli strategi di ResumeBuilder, Julia Toothacre.
Plus minus job hopping
Praktik pindah-pindah kerja juga dapat memberikan manfaat lain yang signifikan, seperti memperoleh keterampilan dalam beradaptasi dan peluang untuk pindah ke kota yang baru.
Namun, laporan ini juga menyebutkan kerugiannya, seperti pengalaman yang tidak konsisten, meningkatnya stres karena ketidakpastian, dan hilangnya manfaat yang didapat sebelumnya.
Selain itu, pindah kerja terlalu cepat atau secara impulsif bisa menyebabkan penyesalan bagi karyawan.
Baca Juga: Cancel Culture di Dunia Kerja, Bagaimana Jika Kamu yang Jadi Korban Boikot Massal?
"Begitu banyak orang terkena 'shiny object syndrome', yaitu saat mereka hanya melihat jabatan atau kisaran gaji yang ditawarkan, dan mereka langsung menerimanya," kata pelatih karir Sarah Doody.
Namun ketika baru bekerja selama dua bulan, mereka baru menyadari bahwa pekerjaan itu tidak cocok untuk mereka. Atau, bahwa yang terlihat bagus (shiny) itu belum tentu nyaman ketika dijalani. Apalagi, bikin gaji lebih cepat naik.
Jadi, pindah-pindah kerja belum tentu merupakan skenario yang berlaku untuk semua orang. Jika kamu ingin mengikuti konsep ini, evaluasi kembali pekerjaan kamu saat ini, ke mana kamu ingin pindah, dan apakah bertahan atau resign akan berdampak pada karir dan kesehatan mentalmu.
Namun, jika kamu merasa belum menemukan pekerjaan yang cocok atau selalu ingin mencoba tantangan baru di dunia kerja, mungkin job hopping memang cocok untukmu. (Elga Windasari)