Betulkah Job Hopping Alias Pindah-pindah Kerja Bisa Bikin Gaji Lebih Cepat Naik?

photo author
Felicitas Harmandini, Pejuang Kantoran
- Rabu, 25 Oktober 2023 | 16:50 WIB
Ilustrasi: Kebiasaan pindah-pindah kerja atau job hopping bisa bikin gaji lebih cepat naik, tapi belum tentu cocok untuk semua orang (Freepik/Evening_tao)
Ilustrasi: Kebiasaan pindah-pindah kerja atau job hopping bisa bikin gaji lebih cepat naik, tapi belum tentu cocok untuk semua orang (Freepik/Evening_tao)

PejuangKantoran.comJob hopping atau pindah-pindah kerja secara sukarela, mulai banyak mendapatkan perhatian beberapa tahun belakangan ini. Banyak yang berpendapat ini bukan cara terbaik menjalani karir di dunia kerja.

Namun, laporan baru dari ResumeBuilder menemukan bahwa pindah-pindah kerja sebenarnya bisa bikin gaji lebih cepat naik.

Dalam survei terhadap 1.000 pekerja penuh waktu berusia antara 18 – 40 tahun di Amerika Serikat, ditemukan bahwa 80% pekerja yang suka pindah-pindah kerja telah mengalami peningkatan gaji selama lima tahun terakhir.

Baca Juga: Cara Mengisi Jabatan Manajer yang Tidak Lagi Diminati Karyawan Muda

Bahkan, 20% di antaranya mengalami kenaikan gaji sebesar $50.000 atau lebih.

Sebanyak 51% peserta survei melaporkan bahwa mereka meninggalkan setidaknya satu pekerjaan dalam waktu kurang dari dua tahun selama lima tahun terakhir.

Motivasi utama mereka job hopping adalah untuk mengejar gaji yang lebih tinggi (62%), perbaikan kondisi kerja (51%), peluang pertumbuhan yang lebih besar (51%), dan peningkatan benefit kerja (49%).

Menariknya, Gen Z disebut sebagai generasi yang secara signifikan lebih mungkin melakukan job hopping selama empat tahun terakhir, yaitu sebesar 73%. Sementara generasi milenial hanya 44%.

Kerja di satu tempat tidak perlu lama-lama

Survei ResumeBuilder juga menemukan bahwa 49% responden tidak percaya bahwa seseorang butuh waktu tertentu untuk bekerja di satu tempat sebelum pindah kerja.

Dari 51% yang berpendapat bahwa perlu waktu tertentu untuk bekerja di satu tempat, 65%-nya menyatakan bahwa jangka waktu tersebut adalah satu tahun atau kurang.

Ada alasan yang jelas mengapa seseorang bekerja di satu tempat dalam jangka waktu yang lama, seperti promosi, pengembangan karir, dan sebagainya.

Baca Juga: Cara Menjawab Pertanyaan “Apa Kelemahan Terbesarmu?” dengan Jitu saat Wawancara Kerja

Namun, beberapa ahli mengatakan, ada situasi yang membuat seseorang harus berhenti bekerja di satu perusahaan, meskipin dia belum lama bekerja di sana.

“Saya mendorong klien saya untuk tetap bekerja di sebuah perusahaan setidaknya selama tahun tahun.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Felicitas Harmandini

Sumber: Entrepreneur

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X