Ini mungkin merupakan sikap proaktif yang paling penting. Selain memeriksa konteks dan membuat rencana, saat kamu melihat masalah, ambillah inisiatif untuk memberikan solusi.
Ketika kamu mulai bisa memiliki tanggung jawab, tindak lanjuti, dan selesaikan tugas yang kamu miliki.
Carilah pembelajaran baru, dan jelajahi arah karir baru. Caranya, bisa dengan mengikuti kelas atau membangun hubungan dengan mentor yang dapat membantumu berkembang.
Baca Juga: Intip Isi Garasi Para Calon Presiden, Berapa Mobil yang Dimiliki Masing-Masing Calon Presiden?
Tawarkan untuk berkontribusi pada proyek yang terkait dengan karir yang ingin kamu kembangkan, ambil tanggung jawab yang kamu minati, yang dapat menambahkan nilai dirimu.
Semua ini akan membantumu menjalani pekerjaan saat ini, dan menjadi fondasi untuk pekerjaan di masa depan.
4. Tekun
Elemen kunci lain dari bersikap proaktif adalah tekun, meskipun ada rintangan dan hambatan. Tetaplah pada hal-hal yang sudah kamu rencanakan, meskipun itu menantang.
Tunjukkan ketabahan dan ketahanan saat kamu ingin terus maju.
Namun, kamu juga harus siap mengubah arah ketika sudah waktunya. Jika segala sesuatu tidak berjalan sesuai rencana, renungkan, pelajari, dan tentukan langkah berikutnya.
Baca Juga: Sakit Hati Karena Dipecat, Mantan Pegawai Starbucks Bocorkan Resep Kopi Ke Media Sosial
5. Cari pemimpin yang hebat
Penelitian di Frontiers in Psychology juga menunjukkan bahwa pemimpin mempengaruhi kemampuanmu untuk bersikap proaktif.
Cari pemimpin yang memberimu peluang untuk meningkatkan kemampuan dalam bekerja, memengaruhi caramu menyelesaikan sesuatu, dan membiarkanmu mengambil keputusan.
Itu semua akan membantu membangun kepercayaan diri dan kompetensi dirimu.