2. Lakukan penilaian yang baik
Saat melakukan penilaian atau mengambil kesimpulan, tambahkan intuisi dan perspektif yang bijaksana ke dalamnya. Ini karena firasat sama pentingnya dengan penilaian rasional.
Bahkan, menurut psikolog Lisa Barrett Feldman, keduanya merupakan dasar dari emosi yang membuatmu memiliki banyak pilihan.
3. Jangan lupakan pembelajaran dan pengetahuan akademis
Perasaan orang juga ikut berperan dalam pembelajaran. Jadi, jangan menyerah jika sudah menyangkut hal akademis.
Selama proses belajar, kembangkan hubungan yang efektif dengan para pengajar dan rekan-rekan. Hindari hubungan yang bermasalah, serta lakukan pembelajaran terapan yang mencerminkan minat dan tujuan interdisipliner yang kamu pilih.
Dengan melakukan tiga cara di atas, Ruth mengatakan bahwa kamu tidak hanya akan menjadi pintar, tetapi juga membuat otak tetap hidup dan hidupmu terasa penuh.
Pada akhirnya, kamu akan lebih siap untuk berkontribusi kepada orang lain karena mampu memahami mereka, menggunakan penilaian yang baik, dan terus belajar dan berlatih untuk memberi manfaat bagi semua orang. (Elga Windasari)