Sikap rendah hati ini seperti ini justru menimbulkan kesetiaan dan kepercayaan.
4. Pimpin dengan memberi contoh
Jangan menjadi leader yang omdo alias “omong doang”. Untuk mendapatkan rasa hormat yang tulus, kamu harus memimpin dengan memberi contoh setiap hari.
Itu berarti ketika kamu mengharapkan tim bekerja ekstra dalam sebuah proyek, kamu harus menjadi orang yang bekerja lembur untuk menyelesaikannya.
Jika kamu ingin orang-orang tetap optimis selama masa-masa stres, kamu harus memancarkan sikap positif.
Hanya dengan mempraktikkan apa yang kamu bicarakan, kamu akan mendapatkan kredibilitas dari anggota tim.
Baca Juga: 5 Tren 2024 yang Diramalkan Terjadi di Dunia Kerja, Salah Satunya Asah Kemampuan Penggunaan AI
5. Jangan pelit pujian, dan berani bertanggung jawab atas kesalahan
Tidak ada yang lebih menyebalkan daripada pemimpin yang mau dipuji atas kinerja tim dan menyalahkan orang lain ketika terjadi kesalahan. Padahal, dengan melakukan sebaliknya kamu akan mendapatkan apresiasi mendalam dari anggota tim.
Biasakan memuji kontribusi rekan kerja untuk setiap kesuksesan. Pada saat yang sama, ambil tanggung jawab pribadi atas kesalahan yang terjadi. Lindungi tim dari kritik dan kesulitan.
Pemimpin yang berbagi pujian dan memikul kesalahan akan mendapatkan rasa hormat yang abadi.
Saran terakhir adalah jangan berkecil hati jika sesekali kamu tidak bisa mempraktikkan strategi ini. Kuncinya adalah menjadi reflektif, mengakui kesalahan, terus tumbuh, dan bergerak maju. (Elga Windasari)