kubikel

Lebih Banyak CEO yang Berniat Mengadakan Pelatihan AI ketimbang Mengganti Karyawan dengan AI

Senin, 29 Januari 2024 | 12:00 WIB
Ilustrasi: Separuh dari CEO berniat menggantikan karyawan dengan AI, tetapi lebih banyak yang ingin memanfaatkan AI untuk meningkatkan produkvitas karyawan.

Yang paling penting, hanya 9% CEO global yang menyatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk mengadopsi teknologi AI ke dalam praktik bisnis mereka, yang berarti gelombang kemajuan ini pasti akan datang, suka atau tidak suka.

Tanggapan terhadap penggunaan AI di tempat kerja

Meskipun para CEO dan eksekutif C-Suite (level Chief lainnya) mungkin memiliki pandangan tertentu mengenai penggunaan AI di tempat kerja, namun dapat diasumsikan bahwa karyawan juga punya pendapat sendiri mengenai bagaimana teknologi ini akan berdampak pada pekerjaan mereka.

Baca Juga: Rekrutmen CPNS Gede-gedean di 2024, Kental Isu Politik Jelang Pemilu?

Terlepas dari ancaman pemindahan, mayoritas karyawan bersikap netral atau sepenuhnya setuju dengan ide penggunaan AI di tempat kerja.

Bahkan, penelitian The Conference Board menemukan bahwa 59% karyawan yang menerapkan penggunaan AI di tempat kerja memiliki kepuasan kerja yang lebih besar daripada mereka yang tidak.

Namun, karena kemajuan AI masih dalam tahap awal, dampaknya terhadap pekerjaan kemungkinan besar masih belum sepenuhnya disadari.

Untuk saat ini, karyawan dan CEO sama-sama melibatkan AI dalam tugas mereka untuk membuktikan efektivitasnya.

Halaman:

Tags

Terkini